dunia dari mata saya

dunia anda berbanding lurus dengan cara anda memandangnya :)

Ending The Prestige: Mesin Replikasi Tesla Cuma Tipuan

with one comment

Hari ini, seorang temen saya berbagi sebuah video penjelasan yang sudah bertahun – tahun saya tunggu, yaitu penjelasan komprehensif soal ending dari Inception, apakah Cobb betul – betul bangun di dunia nyata atau tersesat lebih jauh di Limbo.

Video tersebut menjelaskan bahwa kuncinya sangat sederhana: cincin kawin di tangan kiri Cobb. Di dunia nyata cincin kawin itu tidak pernah dipakainya, tapi di dunia mimpi, Cobb yang sulit move on dari istrinya selalu mengenakannya. Penjelasan ini sangat brilian untuk menutup perdebatan panjang yang diprovokasi oleh Christopher Nolan melalui adegan terakhir film tersebut yang menampilkan gasing Cobb yang sedang berputar dan tiba – tiba film dipotong dan selesai.

Penjelasan tersebut langsung menyeret ingatan saya ke sebuah film Christopher Nolan beberapa tahun sebelum Ia menjadi superstar melalui seri Batman-nya dan Inception dimana saya selama ini percaya Ia sebetulnya ingin memprovokasi penonton untuk memperdebatkannya, namun provokasi yang dilakukannya tidak seberhasil yang dilakukan di Inception, yaitu The Prestige.

Penjelasan soal Inception ini memberikan saya sebuah ide baru tentang bagaimana melihat film Christopher Nolan:

Watch closely!

Ending The Prestige

Cukup ironis sebetulnya saya justru baru menyadari hal ini setelah melihat pembahasan film Nolan yang lain, mengingat kalimat pertama dari narator di awal film The Prestige sebetulnya adalah petunjuk yang sangat jelas:

Are you watching closely?

Singkat cerita, di akhir film kita disajikan sebuah adegan dimana Borden menyadari Ia berada di sebuah ruangan dimana di sana terdapat beberapa kotak kaca seperti yang digunakan oleh Angier di “malam kematiannya”.

vlcsnap-2013-11-03-00h14m55s1

Ditambah kata – kata disertai shot bernada flashback yang dinarasikan oleh Angier bahwa mesin teleportasi Nikola Tesla ternyata justru bekerja sebagai mesin replikasi, sebagian penonton menganggap bahwa penjelasannya sangat sederhana: mesin tersebut benar – benar berhasil bekerja sebagai mesin replikasi.

Tapi hal ini sangat mengganggu bagi saya dan segelintir penonton lain yang berpikir bahwa di dalam sebuah film yang menjunjung tinggi konsistensi alur dan keilmiahan sebuah trik, kenapa tiba – tiba di ujung film malah ada bagian science fiction? Banyak sekali reviewer yang menulis komentar semacam ini:

“I’m fine with science fiction, but at least could you tell me earlier that this movie is a science fiction?”

Tapi tidak hari ini, petunjuk dari pembahasan Inception tadi telah mengantarkan saya kepada kesimpulan bahwa film ini bukan science fiction sama sekali. :D

Motivasi Angier

Untuk memahami ini, pertama – tama saya ingin menjelaskan dahulu pandangan saya terhadap motivasi dari Angier dan sepelik apa sebetulnya konflik antara Angier dan Borden, dimana secara singkat bisa saya rangkum dalam satu kalimat:

Angier rela pergi ke daerah terpencil di puncak gunung yang penuh salju dengan kakinya yang pincang seorang diri hanya demi mencari Nikolas Tesla karena dialah satu – satunya harapan Angier yang menurutnya bisa membantunya mengalahkan Borden.

Dengan melihat apa yang dilakukan oleh Angier tersebut jelas sudah bahwa baginya mengalahkan Borden jauh lebih penting dari hidupnya sendiri.

Angier bertualang demi mencari Tesla seorang diri

Pertanyaan berikutnya adalah, apa sebetulnya yang ingin Angier kalahkan dari Borden?

  • Popularitas? Bukan, sejak awal film telah digambarkan bahwa Angier adalah performer luar biasa yang jauh lebih populer dibanding Borden yang tidak sehebat Angier dalam beraksi meskipun lebih berbakat.
  • Uang? Bukan juga, sejak awal Angier sudah kaya, Ia tidak perlu bersaing hanya demi uang, terlebih mengingat betapa royalnya Ia kepada Tesla
  • Public humiliation? Bisa jadi salah satunya, mengingat keniatan Angier yang luar biasa untuk mencari Tesla dimulai sejak Borden menyabotase pertunjukannya dengan menggantung pemeran penggantinya sembari mempromosikan bahwa dirinya adalah pesulap yang lebih hebat dan tengah menggelar pertunjukan di sebrang teater yang disewa Angier, tapi masalahnya, sebelum itu pun Angier sudah terobsesi mengalahkan Borden untuk 1 alasan penting:
  • Rahasia. Yup, rahasia. Angier begitu marah luar biasa ketika Borden mampu melakukan sebuah trik yang tidak mampu sama sekali dilakukannya. Bagi Angier ini adalah kekalahan yang menyesakkan, dan cara membalas kekalahan ini hanya 1 cara: Angier harus mampu membongkar rahasia Borden dan membuat sebuah rahasia baru yang gantian tidak bisa dipecahkan Borden

Dengan mendefinisikan motivasi seperti ini saya rasa kita bisa mengerti mengenai tindakan Angier, mengapa hingga saat terakhir Ia tetap berusaha mendapatkan trik dari Borden dan mengapa menurut saya ruangan tersebut adalah serangan terakhir dari Angier ke Borden untuk membuatnya penasaran setengah mati mengenai rahasia dari aksi panggungnya dan mesin Tesla, sesuatu yang menurutnya setimpal dengan trik besar Borden yang menyembunyikan saudara kembarnya.

Cerita Angier

Oke untuk bagian ini, saya akan mulai dengan mundur cukup jauh dari ending film dan memperkenalkan anda dengan Root, aktor teater yang di-casting sebagai double body dari Angier.

Root dan Angier

 

Di luar kebiasaan mabuknya, Root adalah performer hebat, Ia membantu Angier melakukan trik teleportasinya dengan luar biasa. Namun hal ini terendus oleh Borden, ketika Ia berhasil menemukan siapa Root di luar pertunjukannya dengan Angier, dengan lihai Borden memanipulasi Root untuk membuatnya bertikai dengan Angier, dan pertikaian mereka itu dimanfaatkannya untuk mensabotase sebuah pertunjukan Angier.

Root, dalam sebuah pertunjukan yang disabotasi Borden

 

Dan jangan lupa, di dalam sabotase yang sama Borden selain mengikat dan mengerjai Root dengan menggantungnya di atas panggung, Ia juga mengerjai tumpukan karung yang dijadikan Angier sebagai landasan mendaratnya ketika menjatuhkan diri dari pintu rahasia di lantai, dimana hal tersebut berakibat pada lumpuhnya kaki kiri Angier.

Kaki kiri Angier lumpuh akibat dikerjai Borden

 

Setelah kejadian tersebut, Angier memburu Nikola Tesla berdasarkan diary palsu yang diselipkan oleh Borden kepadanya. Dan menurut publikasi Angier ke publik, Tesla berhasil membuat mesin teleportasi, namun kepada Borden Ia mengaku bahwa Tesla sebetulnya menciptakan mesin replikasi.

Trik teleportasi melalui replikasi ini menurutnya sederhana, jika Ia berdiri di bagian pengirim dari mesin ketika dijalankan, maka clone dirinya akan tercipta di bagian penerima dari mesin. Clone ini akan mewarisi seluruh ingatannya dan juga ciri – ciri fisiknya. Angier mengklaim Ia meletakkan bagian penerima dari mesin ini di dekat bagian belakang kursi penonton, dan dengan trap door Ia membuang dirinya yang asli ke akuarium tertutup dan membunuhnya sehingga dirinya yang asli tersebut mati dan menyisakan hanya clone-nya saja.

Cerita Di Balik Cerita Angier

Perhatikan adegan di bawah ini, ini adalah adegan munculnya Angier setelah proses teleportasi, sesuatu yang diklaim Angier adalah clone dari dirinya yang menuju ke balkon belakang penonton dan menunjukkan diri.

vlcsnap-2013-11-03-01h16m13s132

 

Bagian paling hebat dari aksi ini adalah hanya dibutuhkan 1 detik sejak Angier menghilang dari panggung hingga Ia bisa muncul di tempat sejauh itu dari panggung. Satu detik ini penting dan bukan sekedar ungkapan saya, kalau anda menonton filmnya adegan tersebut memang di bawah 2 detik, dan Borden pun terlihat begitu terkejut dengan trik tersebut karena menurutnya 1 detik adalah waktu yang luar biasa cepat untuk trik semacam itu.

note: pesulap kawakan jaman sekarang pun butuh lebih dari 1 detik untuk melakukannya, mereka biasanya menggunakan pengalih perhatian seperti masuk ke dalam kotak atau dibungkus kain di panggung untuk membuat seolah Ia masih berada di panggung padahal tengah berlari ke tempat lain

Namun pertanyaannya adalah, dengan kaki yang pincang sebelah, dalam 1 detik seberapa jauh Ia bisa bergerak? Maka dimanakah bagian penerima dari mesin replikasi Tesla harus diletakkan agar trik bisa berjalan dalam 1 detik? Di sekitar tempat Ia berdiri adalah tangga, dan jarak dari balkon ke tirai terdekat di belakangnya jelas bukan jarak yang bisa ditempuh seorang pincang dalam waktu 1 detik, apalagi Ia harus memanjat balkon setelahnya.

Tentu saja hal ini bisa saja terjadi jika Angier menipu waktu dengan cara membuang waktu bergaya tersetrum di panggung lebih lama dari waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan clone, dengan cara ini clone Angier bisa saja sudah tercipta 4-5 detik sebelumnya dan ketika clone tersebut sudah siap di balkon, baru Angier yang di panggung masuk ke dalam trap door.

Atau ada penjelasan yang lebih sederhana:

Yang berada di balkon bukanlah Angier ataupun clone-nya, melainkan double body (mungkin Root atau mungkin juga Ia menemukan orang lain) yang memiliki sepasang kaki yang sehat.

Angier melakukan trik ini terus menerus dan mengetahui bahwa Borden mengamatinya dari bangku penonton. Dan ketika Ia melihat Borden memasukin teater sambil menyamar, Ia tahu betul bahwa hari itu Borden akan berusaha menyabotase pertunjukannya. Untuk itu dia mengatakan pada double body-nya bahwa malam itu untuk adegan teleportasi Ia ingin bertukar peran. Angier ingin muncul di balkon sementara double body-nya berada di panggung sebelum kemudian terjatuh ke dalam trap door.

Setiap memasuki adegan teleportasi, Angier selalu menunjuk beberapa penonton untuk memeriksa panggung, dan kali ini Ia menunjuk Borden yang berada dalam samaran untuk maju ke panggung, menunjukkan soal adanya trap door dan memancing Borden untuk turun ke bawah dan menyabotase aksinya. Ketika Borden dan beberapa penonton lain naik ke panggung, Angier bertukar peran dengan double body-nya, si double body masuk ke panggung dan Angier menghilang ke balik layar.

Adegan pun dimulai, Borden menerobos ke bawah panggung untuk mengamati apa yang terjadi dan double body Angier masuk ke trap door dengan ekspektasi Ia akan disambut oleh karung atau kasur di bawahnya, namun ternyata tidak, Ia justru disambut dengan sebuah kotak kaca berisi air yang terkunci rapat.

Panik karena merasa dirinya akan mati tenggelam, si double body berusaha melakukan segala cara untuk keluar dari kaca tersebut, termasuk menendangnya kuat – kuat….

vlcsnap-2013-11-02-23h51m57s3

dengan mengangkat kaki kirinya tinggi – tinggi.

Jika anda berada di posisi yang sama, dan gak usah ada airnya deh itu kotak, anda berusaha memecahkannya dengan menendang tapi kaki kiri anda sedang terkilir, bagaimana cara anda melakukannya? Kaki mana yang anda jadikan pijakan di bawah?

Menurut saya hal ini adalah point jelas bahwa Angier tidak sendirian dalam melakukan trik teleportasi, ada “Angier lain” dengan kaki kiri yang sehat yang membantunya. “Angier lain” inilah yang berlari menuju balkon pada malam – malam sebelumnya dan terkunci hingga tewas dalam kotak kaca di malam terakhirnya, dan inilah rahasia dari trik Angier sesungguhnya.

Namun Ia menyarukannya seolah mesin Tesla bekerja dan memberitahukannya kepada Borden, dan dengan ini Ia memegang satu rahasia yang Borden tidak ketahui, Ia berhasil mengalahkan Borden meskipun hal tersebut mengorbankan nyawa salah satu Borden, seorang double body dan nyawanya sendiri, namun pada akhirnya Ia lah yang menang.

Penutup

Apakah teori ini lebih valid dibanding teori bahwa memang benar mesin replikasi Tesla bekerja?

Occam’s Razor saja, menurut saya ini jauh lebih sederhana dan masuk akal dibanding teori tersebut. Kalau benar Angier bisa mereplikasi dirinya, untuk apa dia melakukannya tiap malam dan membunuh satu dirinya? Kenapa tidak cukup lakukan itu sekali saja dan secara sudah ada 2 Angier maka lakukan saja trik saudara kembar seperti yang dilakukan Borden?

Mungkinkah bukti yang dikemukakan dalam teori ini sebetulnya kebetulan saja adegan menendang menggunakan kaki yang salah dan jarak dari balkon ke tirai sebetulnya dekat?

Seperti saya katakan di atas, saya mendasarkan pola pikir pada analisa ini pada analisa cincin kawin di Inception dimana Nolan sengaja menyelipkan 1 hal tidak signifikan di depan mata kita dimana sebetulnya hal itu adalah petunjuk besar, dalam Inception itu adalah cincin kawin Cobb, dalam The Prestige, itu adalah kaki kiri Angier.

 

Written by Rizky Andriawan

November 2, 2013 at 6:52 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Azrax, Bruce Wayne Soleh Tanpa Topeng Asli Indonesia

with 4 comments

Pertama – tama, saya ingin menyampaikan bahwa sungguh sebuah kebanggaan buat saya pribadi karena saya termasuk satu dari sedikit orang yang bisa menyaksikan sebuah film monumental buatan anak negri ini di bioskop. Iya, sedikit. Teater gw isinya gak nyampe 10 orang dan bioskop yang muter di Jakarta cuma 5 bioskop, ya itung sendiri deh kira – kira berapa orang yang nonton film ini dan gw satu di antaranya.

Kedua – dua, puji syukur atas sarapan saya yang salah tadi pagi, siang ini saya begitu malas makan siang dan saya memutuskan untuk mengisi jam makan siang saya dengan menulis review soal film monumental ini.

Baiklah, tanpa mengurangi rasa hormat, selamat membaca tulisan saya ini, semoga tulisan saya ini dapat menginspirasi anda semua untuk menonton Azrax dan merasakan sendiri sensasi inspiratif dari film tersebut.

Synopsis

Film ini berkisah mengenai Aa’ Gatot alias Aa’ Azrax. Kisahnya di sebuah desa yang entah di mana, dimana sebagian penduduknya berlogat sunda namun dari desa yang sama diculiklah seorang wanita yang katanya asli jawa timur.

Aa’ Azrax ini ceritanya adalah seorang guru mengaji, merangkap guru silat, merangkap filantrofis, merangkap high quality jomblo yang begitu charming pada setiap jejak langkahnya. Digambarkan sehari – hari Ia mengajar agama di sebuah masjid dekat rumahnya, dan setiap habis selesai mengajar, murid – murid perempuannya mengantri untuk sekedar cari perhatian kepadanya, baik itu sekedar curhat maupun membuatkan masakan untuk Aa’.

Orang kampung mengenal Aa’ dengan nama “Gatot”, tapi seorang tetangga dekatnya tahu bahwa nama aslinya adalah “Azrax” (atau ajrak? atau ajract? atau ajrat? semacam itulah), dimana itu terungkap dari sebuah dialog di awal film dimana Gatot terkejut ketika tetangganya tersebut memanggilnya dengan sebutan Azrax.

“Kok kamu tahu nama asli saya?”

“Ya tahu atu a’, kita kan sudah lama tetanggaan, tapi saya teh sampai sekarang belum tau Aa’ teh “Azrax”-nya dimana?”

note: dari dialog di atas saya menduga Azrax adalah sebuah kata yang ada artinya, tapi saya mencoba mencari di kamus Indonesia, arab dan sansekerta gak nemu juga, mungkin dalam kamusnya Aa’ Gatot ada arti kata “Azrax”

Aa’ Azrax ini ceritanya kaya bukan main, kerap membiayai sekolah gadis – gadis penggemarnya yang kurang mampu, mobilnya jeep keluaran tahun 2000+, sanggup membiayai dirinya jalan – jalan ke Hongkong dan memulangkan puluhan TKI naik pesawat, meskipun saya juga bingung Ia dapat uangnya dari mana, tapi ya sudahlah, intinya dia kaya raya, titik.

Singkatnya pada suatu hari banyak gadis di kampung Aa’ yang terjerat sindikat perdagangan wanita. Aa’ pertama kali melihat masalah ini ketika Ia berusaha menyelamatkan gadis yang dikejar – kejar sekelompok preman yang konon adalah bagian dari agen TKI, dan kemudian ketika warga berbondong – bondong meminta bantuannya akibat menyaksikan liputan soal perdagangan wanita yang disiarkan oleh sebuah radio yang ditayangkan di televisi, akhirnya Aa’ memutuskan untuk turun tangan dalam aksi penyelamatan.

Akhirnya berangkatlah Aa’ ke jakarta untuk menggrebek agen TKI terkait, dimana di sana Ia bertemu dengan 2 orang yang punya misi yang sama, yang satu pacar seorang wartawati yang ikut terbawa ketika sedang menyelidiki sindikat tersebut, satu lagi adalah seorang preman soleh yang mencari keponakannya.

Selidik punya selidik, Aa’ dan teman – temannya menemukan markas sindikat tersebut, menghajar para preman di dalamnya dan mengetahui bahwa gadis – gadis tersebut dikirim ke Hong Kong dan Malaysia. Tanpa pikir panjang mereka pun pergi ke Hong Kong untuk menelusuri jejak sindikat tersebut.

Sekitar 1 jam kemudian film ini kemudian menceritakan perjalanan ke Hong Kong, dimana Aa’ dan teman – temannya berjalan – jalan, bertanya kesana kemari, menemukan markas sindikat tersebut, menghajar para preman, membebaskan para gadis, pulang ke Indonesia, melanjutkan pencarian siapa bos sindikat tersebut di Indonesia, masuk, hajar preman, pukul, bunuh, etc etc sampai akhirnya Aa’ menang dan menjadi pahlawan.

Terakhir Aa’ dielu – elukan warga di desanya, dikerubuti gadis – gadis cantik, dan tamat.

Apakah Film ini Murahan?

Kalau definisi film murahan adalah layaknya film – film horno (horor porno) kampang dengan akting pas – pasan, musik seadanya, sinematografi hancur – hancuran dan special effect yang bikin sakit mata, saya akan katakan bahwa film ini jauh dari kesan murahan.

Jauh.

Seriusan ini.

Film Azrax ini secara sinematografi gak buruk, akting para pemainnya pun gak kaku (kecuali para preman tukang pukul yang…. yaudahlah ya, standar juga kalo peran ginian diambilnya yang penting badan gede muka serem doang), musiknya gak ngerusak dan maksain, special effectnya gak jelek, adegan tarungnya pun sebagian besar tidak kelihatan aneh, cukup oke lah secara kualitas pembuatan.

Jadi ya saya serius, Azrax ini bukan film murahan.

Lantas Apa Yang Perlu Dikeluhkan Soal Film Ini?

Kalau menurut saya ada 4 hal saja sebetulnya:

Lini masa yang tidak beraturan

Sumpah, film ini tuh timelinenya gak kira – kira berantakannya, antara satu adegan dan adegan berikutnya gak ada yang tahu itu terjadi kapan, apakah langsung setelah itu kah? Keesokan harinya kah? Minggu berikutnya kah? Bulan depan kah? Atau bahkan beberapa saat sebelumnya?

Aisyah, salah satu groupies utama Azrax baru saja menyebut keinginannya untuk menjadi TKI ke Aa’ dan masih bimbang, beberapa menit kemudian dia sudah berada di kawasan pengumpulan para wanita yang akan dijual di tengah hutan entah di mana.

Jamilah baru protes ke pakliknya yang jadi preman dan bilang Ia mau cari uang sendiri, keesokan harinya sudah disekap bersama Aisyah di hutan entah dimana.

Jamilah mati bunuh diri di awal petualangan Aa’, kemudian diceritakan petualangan Aa’ cs selama hampir sebulan di Hong Kong, baru kemudian berita berita matinya Jamilah masuk di koran.

Aa’ cs baru saja mendapatkan alamat markas sindikat di Hong Kong, tiba – tiba salah seorang anak buah Aa’ yang gak bisa bahasa asing sama sekali sudah sampai di sana dengan sendirian dan Aa’ baru datang berjam – jam kemudian.

Aisyah terakhir mau dihajar di rumah bordil karena tidak mau melayani tamu, tiba – tiba Ia ada di markas sindikat, belum diapa – apakan dan tepat saat mau mulai dihajar Aa’ datang menolongnya.

Saya beneran curiga film Azrax ini tadinya dibuat untuk durasi penayangan 3 jam lebih, tapi karena takut penonton tidak sanggup menerima tayangan luar biasa dahsyat untuk durasi segitu lamanya, akhirnya dipotong dan disambung sana – sini hingga akhirnya linimasanya berantakan.

Iya, pasti gitu deh… Tidak mungkin film sedahsyat Azrax sengaja dibuat dengan lini masa yang demikian berantakan, pasti gara – gara kepanjangan dan dipotong deh.

Inkonsistensi Kualitas

Ini sesuatu yang sangat – sangat mengganggu, terutama kalau anda memperhatikan adegan – adegan perkelahian, ada adegan – adegan yang kualitasnya sebetulnya lumayan oke, tapi ada juga yang beneran terlihat asal – asalan, urutannya tidak jelas dan pengambilan gambarnya pun absurd.

Teman saya berpendapat alasan inkonsistensi demikian adalah kesungguhan sang sutradara untuk menyelesaikan sebuah adegan sesuai dengan budget yang diajukannya. Kalau suatu adegan sudah ditake  berkali – kali dan masih buruk juga, padahal waktu sewa tempat untuk shoot adegan tersebut hampir habis, lebih baik dipilih saja mana yang paling baik.

Karena Ia tidak ingin membuang dana terlalu banyak demi rakyat miskin, ingat, 50% keuntungan (kalau untung) film ini adalah untuk disumbangkan lho, jadi demi menekan cost agar cepat balik modal dan profit lebih besar demi disumbangkan, maka Ia bersikeras tidak memperpanjang shooting adegan yang belum bagus.

Atau bisa juga karena sang pemeran utama encok di tengah shooting, tapi Ia tidak mau digantikan dan tidak mau mengulur waktu. Bisa.

Aa’ Azrax Yang Terlalu Keren

Iya, film ini terlalu berusaha membuat Aa’ Azrax sekeren mungkin, tapi jika semua kekerenan itu ditunjukkan di film, semua masalah harus ditunjukkan, tidak akan cukup durasi film, sehingga dibuatlah seolah semua masalah bisa selesai dengan satu – dua kalimat super bijak dari Aa’, bahkan Vanny yang sedang depresi habis diperkosa, babak belur dan lagi berantem dengan pacarnya pun harus bisa langsung tersenyum manis penuh kebahagiaan begitu mendengar sabda Aa’.

Belum lagi groupies – groupies Aa’ yang entah untuk alasan apa begitu niat mengejar Aa’, termasuk seorang pramugari yang tahu – tahu niat mencari rumah Aa’ hanya setelah disenyumin sekali oleh Aa’ di pesawat dan diberi kartu nama.

Terakhir, bagian…. ah entahlah sub judul apa yang harus saya berikan untuk bagian ini

Intinya ini adalah daftar pertanyaan yang bikin saya bingung sepanjang film:

  1. Aa’ Azrax itu kaya dari mana? Kalau dari keluarganya kenapa Ia kuliah harus dibiayai oleh Mamang? Kalau dari kerja, dia kerjanya apaan? Kalau dari bisnis ya bisnis apa? Ikan? Yang kolam ikannya dia sendiri yang kasih makan itu? Saya rasa penjelasan masuk akal adalah Aa’ menang undian berhadiah milyaran rupiah setelah Ia pulang dari kuliah di Mesir.
  2. Ketika Aa’ mencoba menolong seorang gadis di awal film, dia kan berantem di depan orang tua gadis itu tuh, kenapa orang tuanya diem aja? Anaknya udah jelas jerit – jerit minta tolong, kenapa didiemin aja pas Aa’ kalah dan anaknya dibawa pergi? Kenapa baru heboh belakangan pas nonton berita absurd di TV?
  3. Acara radio macam apa yang disiarkan di TV? Ada gitu TV lokal yang acaranya sesederhana siaran radio direkam masuk TV?
  4. Ketika Aa’ berantem di warnet, dia melempar seorang preman dan menghancurkan kubikel warnet yang gak ada komputernya, kenapa di adegan berikutnya tau – tau ada lagi itu komputer?
  5. Setelah Aa’ merampas motor milih para penjahat, Ia kembali berpetualang dengan jeepnya, motornya ditaruh mana? Kok di akhir film masih ada?
  6. Gimana caranya Aa’ bisa ke Hong Kong sama anak buahnya begitu dapet petunjuk ke sana? Anak buahnya kan belum ngurus paspor? Mereka kan udah di Jakarta, emang bisa KTP bukan Jakarta bikin paspor di Jakarta langsung kayak gitu?
  7. Ketika dikasih tahu mereka dibawa ke Malaysia atau Hongkong, kenapa mereka langsung pergi gitu aja ke Hongkong? Kenapa bukan Malaysia? Atau malah kenapa bukan dari awal ke Arab mengingat agen TKI tersebut tadinya bermasalah dengan mengirim TKI ke arab dan pulang – pulang bawa jabang?
  8. Kenapa dialognya “Istri saya pulang – pulang bawa bayi”, kenapa bukan “pulang – pulang bawa jabang?” Kan lebih catchy. #lupakan
  9. Jika Fanny di awal penyelidikannya perlu menghindar ketika diabsen, kenapa dia berikut – berikutnya malah ikutan diabsen?
  10. Kenapa Jamilah sampai di tempat prostitusi dan siap dihidangkan ke om – om mesum bajunya gak ganti? Karena lebih eksotis? Lantas kenapa Aisyah didandani jadi cantik dulu?
  11. Aisyah kan mau dihajar di rumah bordil, kenapa tau – tau ada di markas?
  12. Rumah bordil macam apa yang menyuguhkan wanita yang belum mau “dipakai”?
  13. Gimana ceritanya di foto Jamilah yang masuk koran bisa ada pas foto-nya dia? Emang dia bawa KTP gitu? Itu mami bego amat kalo ngebiarin anak buahnya bawa KTP/paspor dan masuk koran, terus polisi gak nyelidikin dia datang dari mana gitu? Lagian kan katanya di bawah umur.
  14. Kenapa broker lokal menekankan bahwa dia bakal bawa anak di bawah umur asal harga pas? Apa bedanya? Kenapa gak bilang “yang cantik”, jelas – jelas lebih menarik untuk dijual
  15. Lampu taman. Yes, pas Aa’ Azrax ngegerebek rumah mamang, dia nyabut lampu taman dan dijadiin senjata tapi lampunya masih nyala, itu pakai baterai?
  16. Polisi datang dari mana? Yang tau soal mamang kan cuma Aa’, kenapa polisi jadi tau juga? Aa’ ngelapor? Terus kenapa dia bunuh – bunuhin orang pas udah tau polisi bakal datang?
  17. Pas Aa’ berhasil ngebunuh supirnya mamang, kenapa gak dia langsung balik arah dan ngehajar mamang? Kok bisa mamang sempet nyingkirin mayat supirnya dari kursi pengemudi, duduk di situ, masang seatbelt dan menuju ke arah Aa’?
  18. Kalau terbangnya Aa’ dari belakang ke depan itu dengan menggunakan mobil buat pijakan, lah pas dari depan ke belakang pake apa? Kok di atas kaca mobil udah terbang aja?
  19. Aa’ bunuh orang sebanyak itu gak dipenjara tuh?
  20. SIAPA NAMA PEMERAN AISYAH??? SUMPAH ITU CANTIK BANGET PAS DIPAKEIN BAJU MINI DAN GW GAK NEMU DIMANA – MANA, SIAPA NAMA PEMERANNYA?????
  21. INI FILM GENRENYA APA??? KALAU KOMEDI ACTION FILM INI SUKSES, KALAU DRAMA ACTION BERARTI SUKSES PAKE BANGET.

Sekian dan terima kasih.

Written by Rizky Andriawan

September 10, 2013 at 6:43 am

Ditulis dalam Uncategorized

Home Alone 5: Skyfail

with 2 comments

Gw gak mau basa – basi dalam tulisan ini, sudah cukup 145 menit waktu berharga dalam hidup saya dihabiskan untuk menyaksikan sebuah film yang cuma bikin saya bertopang dagu hampir sepanjang setengah film, plus beberapa menit buat download template meme, nambahin teks dan nulis review ini, mikirin basa – basi yang akan berimbas gw akan spend waktu juga untuk editing dan membuat tulisan ini nyaman dibaca rasanya another waste of time, so here is my points about this this so called “best 007 movie ever”:

  • The opening scene was very – very promising, setelah sukses membawa gaya parkour dalam aksi kejar – kejaran di Casino Royale, Skyfail membuka filmnya dengan adegan yang lebih seru lagi, kejar – kejaran mobil yang rusuh (well, sebetulnya agak terlalu rusuh IMO, gw sampe sempet kasian liat rakyat, properti dan mobil dari kejar – kejaran itu, kesannya lebay banget), balapan motor yang sangat epic, pertarungan sengit di atas kereta dan tembakan sniper yang dramatis bener – bener melambungkan ekspektasi gw akan film ini
  • Daniel Craig is absolutely charming, serius, penampilan Craig di film ini tuh keren abis, baik akting, ekspresinya, aksinya maupun penampilannya beneran bikin salut bahkan sejak menit pertama sampai menit terakhir
  • The opening song is just awesome, well, its Adele’s, how come its not awesome? ditambah graphic yang menarik plus nafas yang baru selesai gw tarik habis opening scene yang keren emang bikin excited
  • The inital mission sounds very thrilling, daftar agen rahasia MI6 yang undercover di jaringan teroris terbongkar! kantor MI6 dibom! komputer M diretas! wow! just wow! gw langsung ngebayangin bakal ada misi super depressing buat nyelametin para undercover yang terancam itu dengan kapabilitas MI6 yang tau – tau jadi terbatas karena kantornya baru saja dibom

but that’s it, good bye the awesome and promising first 20 minutes of the movie, selanjutnya film memasuki bagian standar tanpa alur dan point yang jelas, udah sukur gw masih bisa nemu point buat ditulis:

  • Identitas Agen MI6 diunggah ke Youtube, well, okay… so, mereka cuma dijadiin semacam hostage dan bagian dari challenge si penjahat doang, dan itu beneran terjadi pas diliatin mereka dibunuh satu per satu di berita, sampai jumpa ekspektasi akan misi penyelamatan mereka
  • Bond Girl yang diperanin Berenice Marlohe mati, gw sebetulnya takut asumsi gw salah sih bahwa tokoh itu adalah Bond Girl di film ini, tapi ya pertemuan mereka Bond sama dia itu klasik sekali, ketemu di party atau kasino, minum bareng, lalu pergi, belakangan James Bond bisa nemuin dia, have sex, lalu jadi pasangan, pakem yang udah dipakai berulang kali di film James Bond. tapi dia mati. iya, mati, ditembak gitu aja sama penjahatnya. padahal nongol juga kayaknya belum ada 20 menit.
  • Salah satu penjahat mati(?) dimakan Komodo, ini James Bond apa Indiana Jones deh? adegan berantem sambil ditontonin orang – orang dengan ending rada konyol yang gak disangka – sangka, gak sekalian aja si Bond dikasih cemeti sama topi koboi?
  • Pistol spesial Bond, satu – satunya gadget unik di film ini, spesial Bond karena cuma Bond yang bisa make pistol ini buat nembak, dan penggunaannya ya sesuai dugaan, pistolnya jatuh, penjahatnya ngambil buat nembak Bond, tapi gagal dan akhirnya penjahatnya lengah, tapi ya udah, adegan ini udah terjadi di tengah film, dan emang cuma muncul sekali doang pas itu

udah deh, sampailah pada bagian penutup yang cuma bikin gw bertopang dagu:

  • Motif si penjahat, tau apa motifnya? dendam sama M. lah terus? ya tinggal bunuh aja sih, dia bisa nyuruh Patrice buat bunuh orang di Shanghai dengan simple kenapa gak bisa bunuh M? repot amat sampe bikin rusuh ini itu segala, buat apa?
  • Ngapain dia harus bikin dirinya masuk penjara? okay, adegan ini emang keren abis waktu dilakukan Joker di Dark Knight dan juga Loki di The Avengers, masalahnya Joker ngelakuin itu buat ngebom kantor polisi dan ngomporin Batman soal penyanderaan Harvey – Rachel, Loki pun melakukan itu buat dapetin Hulk, lah ini ngapain? biar laptopnya dicolok ke sistem MI6 terus nyebar virus? terus ngapain? ngehack jalur bawah tanah kota London? buat apa? toh ujung – ujungnya dia cuma mau ke sidangnya M dan nembak – nembakin orang di sana ditemenin anak buahnya yang semuanya pake baju polisi, buat apa dia ngehack jalur bawah tanah? buat apa dia ngebom rel kereta? buat apa dia repot – repot kejar – kejaran sama Bond di subway?
  • Karakter si penjahat, buat penjahat yang katanya bertindak efisien, maka strateginya ini lebay dan kebanyakan aksi gak penting, buat penjahat yang narsis strategi ini sama sekali gak menakutkan lawan, lantas ini penjahat macem apa?
  • Nama Skyfall, di awal film, habis denger lagu Adele yang depressing dan juga gambaran misi nyelametin para undercover yang seru, gw kira skyfall adalah nama semacam event serangan besar – besaran ke kota London kayak  “fire sale” di Die Hard 4, tapi begitu sampe tengah film dimana Bond bereaksi pas disebut kata Skyfall, gw kira Skyfall itu nama misi atau senjata yang terkait sama daftar nama undercover yang hilang, dan di akhir film gw baru tau itu nama kampung halamannya Bond, wtf?
  • Home Alone Battle,  yap, final battle yang terjadi adalah film Home Alone versi berat, karena alih – alih Macaulay Culkin make mainan dan peralatan rumah tangga buat ngejebak para penjahat, ini adalah Daniel Craig make paku, pecahan kaca, mesiu, dinamit, meja dan kursi buat ngejebak para penjahat
  • The Bond Girl, gw curiga kalau di film ini tuh Bond Girl-nya bukanlah si Severine ataupun Eve tapi M, dia pusat cerita dan dia hidup sampai (menjelang) akhir

So, konklusi gw: ini film Bond terburuk yang pernah gw tonton dan film bertema spy terburuk kedua yang gw tonton dalam beberapa tahun terakhir setelah The American-nya George Clooney yang hancur itu. Jaman udah berubah, sekarang special effect dan action udah jadi bagian wajib dan biasa dari sebuah film, so point plus dari film adalah ceritanya. Skyfall meninggalkan point – point jualan mereka selama ini: Bond girl, gadget, mobil dan twisted plot, namun mereka juga gagal ngebangun cerita yang thrilling, penjahatnya Joker gagal, motifnya terlalu biasa dan banyak part menarik di awal film yang tahu – tahu hilang begitu saja di tengah film.

Written by Rizky Andriawan

November 2, 2012 at 7:18 pm

The Amazing Avengers Rises : Ini Jamannya Film Superhero Epic

leave a comment »

Pecinta komik superhero tampaknya akan setuju dengan tulisan ini, summer 2012 adalah momen penting untuk genre film yang diadaptasi dari komik – komik superhero. Tiga buah film hasil adaptasi komik superhero beredar di tahun ini, dan ketiganya -well, at least 2 deh kalo keberatan dibilang tiga – tiganya- menerima review yang luar biasa dari para kritikus sebagai sebuah standar baru untuk film hasil adaptasi dari komik superhero.

Dua dekade terakhir memang terjadi kemajuan besar dalam teknologi penggarapan film, era yang ditandai duo kakak beradik Wachowski meng-abuse habis – habisan special effect untuk menunjang action yang menahan nafas penonton dalam membangun trilogi The Matrix yang legendaris ini tentu saja menarik Marvel dan DC, dua raksasa produsen komik amerika untuk akhirnya mampu membawa aksi para superhero mereka dari imajinasi para penulisnya ke layar lebar, dan inilah ulasan singkat perkembangan film – film superhero dari waktu itu sampai sekarang.

X-Men: ini jamannya visual effect

Tahun 2000 Marvel merilis film adaptasi dari salah satu grup superhero tersohor mereka yaitu X-Men, lagi – lagi penggunaan special effect yang mewah menghiasi hampir seluruh film, mata penonton seolah ditarik untuk tidak lepas dari layar ketika berbagai tembakan cahaya dan ledakan menyala – nyala mewarnai layar. Sebuah era baru telah dimulai, ini jamannya menyajikan superhero dalam kemasan ledakan, levitasi dan tembakan cahaya yang meramaikan layar.

Spider-man : era action dibungkus dalam visual effect

Tahun 2002, lagi – lagi Marvel memberikan sebuah standar baru bagi sebuah film superhero. Bekerja sama dengan Sony Pictures, mereka mengirim jagoan solo terpopuler mereka ke layar perak, Spider-man si manusia jaring pun hadir dalam sebuah film ciamik besutan Sam Raimi. Berbeda dengan gaya yang ditampilkan oleh X-Men yang menjual ledakan dan tembakan cahaya, Raimi dan krunya melempar – lempar kamera untuk bergelayutan di tengah – tengah kota, menghasilkan gambar nyata dari aksi spider-man ber-web-swing ria di tengah kota, sekali lagi menahan nafas penonton di paru – paru masing – masing layaknya berada di wahana simulator roaller coaster minus gempa mini di kursi masing – masing.

Tahun – tahun berikutnya Marvel masih mendominasi layar perak, dengan 2 ramuan berbeda yang dimilikinya, yaitu drama + aksi seolah nyata ala Spider-man dan mewahnya special effect dari X-men, mereka menelurkan Daredevil, X-men 2 dan 3, Spider-man 2 dan 3, Hulk, Fantastic Four 1 dan 2, dan beberapa film lainnya.

 

Batman Begins : standar baru dalam film superhero

Lalu datanglah DC. Tidak mau kalah melihat kompetitornya meraup dollar demi dollar dari pemutaran film mereka yang secara komersial sukses besar -meskipun beberapa secara kualitas bikin geleng – geleng kepala-. Pasca Spider-man 2 tahun 2004 yang sukses besar baik secara komersial maupun kualitas, DC datang membawa 2 jagoan terbesar -dan 1 spin off teraneh mereka, kalau Catwoman-nya Halle Berry tahun 2004 itu dihitung film- mereka ke layar perak. Yang kedua dibawa adalah Superman, jagoan paling top dari DC yang hadir dalam Superman Return tahun 2006, dan well, gagal sih. Tapi sebelumnya di tahun 2005, DC memulai ulang sebuah seri baru film adaptasi dari tokoh Batman yang di era 1990-an berakhir dengan kenistaan yang teramat pedih bagi fans Batman harus menyaksikan jagoan -dan terutama penjahat- yang mereka nikmati kehebatannya di komik menjadi bahan lawakan di layar lebar lewat Batman Forever dan Batman And Robin.

Batman Begins, sebuah seri baru bagi Batman, sebuah standar baru bagi film hasil adaptasi dari komik Superhero. Nolan sang sutradara seolah membuka mata penonton dan filmmaker di seluruh dunia bahwa inti dari film adalah cerita, karakter dan plot, dan film superhero pun tidak terlepas dari pakem itu. Nolan memulai film pertamanya dengan background story dan pembangunan karakter yang mendalam mengenai sosok Bruce Wayne, jauh lebih dalam dari apa yang dilakukan Raimi terhadap Peter Parker di tahun 2002. Dengan karakter dan background story yang kuat, ditambah gaya khas Nolan yang sepertinya terobsesi dengan twisted plot di setiap filmnya plus caranya menghadirkan nuansa yang gelap untuk membius penonton dalam keseriusan dan mengikuti dengan seksama setiap detail yang Ia lemparkan ke layar perak, Ia benar – benar sukses menghadirkan sebuah era baru dalam genre film superhero, dan Batman Begins adalah film superhero pertama yang mendapat rating di atas 8.0 di IMDB dengan skor 8.1 (cmiiw).

Kesuksesan DC lewat Batman Begins kemudian diikuti serangkaian kegagalan film superhero baik dari Marvel maupun DC, Spider-man 3,  X-men 3, Fantastic Four 2, Superman Returns semuanya terasa begitu rendah standarnya dibandingkan dengan Batman Begins.

2008: The Dark Knight and Iron Man with clue of The Avengers project

Tiga tahun berlalu tanpa adanya film superhero berkualitas, hingga akhirnya di tahun 2008 Marvel melahirkan Iron Man dan DC meluncurkan sekual dari Batman Begins, yaitu The Dark Knight.

Lewat Iron Man, Marvel benar – benar menunjukkan intensinya untuk menyaingi Batman Begins. Lewat Tony Stark yang karakternya dibangun secara serius, Marvel terlihat serius tidak mau ketinggalan dari standar yang telah dipatok oleh Batman Begins dan hasilnya memang sebuah film Superhero yang luar biasa yang  juga diganjar oleh kesuksesan komersial dan kritik yang positif. Jika mengacu pada rating IMDB, rating Iron Man adalah 7.9, hanya sedikit terpaut dari Batman Begins, tapi di atas film – film superhero yang lain. Lewat Iron Man juga, Marvel telah menyisipkan pesan ambisi mereka untuk membangun film The Avengers, kumpulan Superhero mereka yang bergabung untuk melawan kejahatan pada skala epic.

Dan di tahun yang sama, Nolan sekali lagi mengukuhkan superioritas seri Batman yang digarapnya lewat The Dark Knight. Berbekal karakter Joker si musuh besar Batman yang psikopat dan penuh twist, Nolan benar – benar menyalurkan obsesinya pada twisted plot di film ini ditambah lagi dengan akting yang luar biasa dari Heath Ladger. Tidak hanya itu, Nolan pun memberikan sebuah nuansa baru tentang apa itu chaos. Chaos di tangan Joker bukan hanya sekedar penjahat berkekuatan super meledakkan bangunan atau menembak helikopter, tapi betul – betul kekacauan, ketakutan dan keputus asaan masyarakat yang dihadirkan dengan ciamik dalam balutan nuansa gelap yang kental. Lagi – lagi sebuah standar baru film adaptasi komik pun terlahir, tak heran film ini mampu meletakkan dirinya di jajaran 10 film terbaik sepanjang masa versi IMDB.

Sejak saat itu, beberapa film telah dirilis, DC merilis Green Lantern yang gagal total, Marvel merilis Iron Man 2, Captain America dan Thor yang relatif bisa dinikmati sambil lagi – lagi menunjukkan obsesinya untuk merilis The Avengers di tahun 2012. Seri X-men juga melahirkan beberapa film prekuel, setelah prekuel mengenai Wolverine yang gagal, mereka akhirnya bisa kembali dengan X-Men First Class yang cukup sukses. Sementara itu Spider-man ala Raimi yang gagal total di film ke 3 setelah film ke 2 yang sukses akhirnya tidak jadi dilanjutkan ke film ke 4 dan memutuskan untuk melakukan reboot di tahun 2012.

 

2012: The Amazing Avengers Rises

Dan inilah tahun 2012 yang ditunggu – tunggu, tahun dimana Nolan akan menyelesaikan trilogi Batman-nya, dimana project Avengers yang sudah dipromosikan sejak Iron Man akhirnya dirilis, dan reboot Spider-man yang rela membuang Tobey McGuire akhirnya akan keluar.

Tidak salah rasanya Marvel dan DC mempersiapkan ketiga project ini untuk jangka waktu yang cukup lama, ketiganya benar – benar memenuhi ekspektasi yang luar biasa dari fans. Saya masih ingat pertama kali memasuki studio untuk menonton The Avengers dengan ekspektasi gila – gilaan yang ada di kepala, dan saya masih bisa keluar teater dengan kekaguman yang luar biasa, jauh di atas ekspektasi. Begitu juga The Dark Knight Rises, meskipun sejak awal semua spoiler sudah menunjukkan bahwa Miranda Tate adalah Talia Al Ghul, tapi tetap twist yang disajikan mampu memperangah penonton di tengah – tengah pertempuran besar – besaran antara Batman melawan Bane dan pasukannya. Dan Amazing Spider-man meskipun tidak sedahsyat 2 film yang lain tetap saja cukup menarik untuk dinikmati dengan cerita dan karakter yang lebih segar, seri baru ini jelas peningkatan signifikan dari seri Raimi yang sebetulnya juga sudah luar biasa.

Ada 6 tokoh dalam The Avengers, ketakutan terbesar dari para fans jelas adalah akan ada karakter yang menjadi lemah dan tidak terlihat sementara yang lain mendominasi ternyata terbukti bukan masalah untuk mereka. Pembuatan film Iron Man, Captain America dan Thor sebelumnya sangat membantu untuk tidak perlu memberikan ruang bagi background story bagi 3 karakter kuat tersebut, ditambah dengan Hulk yang berusaha untuk tidak membahas masa lalunya, ruang untuk background story dan pengembangan karakter menyisakan tempat yang lega untuk Black Widow, Hawk Eye dan Loki. Adegan interogasi Loki oleh Black Widow dan adegan perdebatan para jagoan beberapa setelah itu adalah drama berkualitas top yang mampu mengeluarkan karakter semua tokoh yang terlibat di dalamnya hanya dalam beberapa menit saja. Sisanya adalah pertarungan – pertarungan epic bertensi tinggi yang mengeksploitasi action dan special effect habis – habisan. Tidak heran film ini sukses besar, baik dari segi drama maupun action film ini terlalu luar biasa untuk disepelekan, lagi – lagi jika mengacu pada rating IMDB, rating film ini yang 8.6 jelas mengungguli Batman Begins walaupun masih terpaut beberapa point di bawah The Dark Knight. Namun mengingat ini baru film pertama, tidak salah rasanya para fans berharap film kedua dari seri ini akan lebih baik lagi dan bukan tidak mungkin melampaui The Dark Knight.

Di kubu lain, Nolan menutup triloginya lewat Bane, karakter penjahat hebat yang disia – siakan untuk hanya menjadi pelengkap di Batman And Robin, juga Catwoman dan tentu saja Talia Al Ghul yang santer dispekulasikan sebagai alter ego dari Miranda Tate. Sebelum film ini keluar, DC juga berhasil mensukseskan adaptasi tokoh Batman ke dalam video game, yaitu lewat Batman: Arkham Assylum dan Batman: Arkham City. Yang menarik dari Arkham City adalah hadirnya kembali tokoh Catwoman yang sukses merebut kembali perhatian fans setelah hancur di film-nya Halle Berry tahun 2004. Bagi pecinta Batman yang memainkan Arkham City, figur Catwoman yang seksi, lincah dan kuat menghadirkan ekspektasi tersendiri yang sepintas sangat sulit ditaklukkan oleh Anna Hathaway. Namun ternyata semua itu berhasil dipenuhi oleh The Dark Knight Rises. Anna Hathaway yang entah bagaimana caranya berhasil membentuk tubuhnya yang tadinya seksi – anggun menjadi seksi – petarung, begitu juga menghadirkan Selina Kyle yang mampu menaklukkan pria tapi tidak dengan rayuan seksinya tapi dengan akting brilliantnya. Cerita yang tetap gelap, penuh twist dan lagi – lagi sebuah cara baru melihat apa itu chaos berhasil dihadirkan oleh Bane. Dan percaya deh, udah tahu bahwa Miranda Tate itu Talia Al Ghul tidak akan mengurangi surprise yang terjadi ketika menonton film ini. Film ini mungkin memang tidak sedahsyat The Dark Knight, tapi juga tidak terlempar jauh ke bawah, hanya sedikit saja terpaut di belakangnya dan semua itu dilakukan tanpa mencontek sedikit pun eksekusi dari Dark Knight, sepertinya kita semua memang perlu angkat topi untuk Nolan atas 2 film yang sama – sama luar biasa ini.

Terakhir, Amazing Spider-man memang belum sedahsyat Batman Begins, tapi sepertinya fans masih optimistis akan hal tersebut. Ditambah lagi seri ini masih menyisakan 1 kartu besar untuk dimainkan di film – film berikutnya yaitu kematian Gwen. Ditambah lagi Seri yang kali ini sepertinya memang dimaksudkan untuk berada dalam 1 alur, jadi sepertinya tidak salah jika kita sedikit berharap bahwa Amazing Spider-man 2 dan 3 akan mampu menghadirkan film – film ciamik bagi fans. Filmnya sendiri sebetulnya menarik, pendekatan Peter Parker yang socially awkward tapi cheerful lebih mudah diterima oleh fans yang lebih muda karena lebih dekat dengan karakter Peter Parker di animated series tahun 90an ketimbang Peter yang super nerd seperti di komik Amazing Spider-man yang dimulai tahun 1960-an. Ditambah lagi karakter Gwen yang konon katanya dirancang khusus untuk menjadi adorable di mata geek memang menjadi point plus tersendiri bagi film ini. Mungkin satu – satunya yang disayangkan di film ini adalah Lizzard, si villain utama yang terlihat terlalu sepele jika dibandingkan villain – villain top yang digunakan di film superhero lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

Terakhir, saya sebagai fans berat komik – komik superhero Marvel dan DC sih tentu saja braingasmic berkali – kali tahun ini, 3 film dan ketiganya epic tentu saja menyenangkan untuk fans. Ditambah lagi film – film yang lahir tahun ini kesemuanya memberikan dimensi baru baik dari segi drama, action maupun plot.

Written by Rizky Andriawan

Juli 21, 2012 at 8:57 am

Ditulis dalam Uncategorized

Amankah Uang di Kartu ATM Anda?

with one comment

Catatan ini berawal dari kisah seorang teman saya yang baru saja kecopetan dompetnya dan uang, kartu ATM juga ktp-nya hilang bersama si dompet. Sebetulnya sih saldonya dia aman2 saja, tapi konon si pencuri sempat berhasil menebak nomer PIN-nya sebelum akhirnya diblokir sama bank.

Sedikit gambaran, membongkar kode pin seseorang itu sebetulnya sangat sulit, karena kebanyakan bank memberikan restriction bahwa setelah n kali kegagalan memasukkan pin, kartu ATM akan terblokir, sehingga kalaupun Ia punya device pembaca kartu dan bisa terhubung ke jaringan bank *jadi dia tidak perlu berdiri di ATM lama2 dan mencoba menebak – nebak kemungkinan pin* sangat kecil kemungkinannya Ia bisa menebak dengan benar.

Bagaimanapun, menurut hasil diskusi dan pengamatan saya dengan beberapa orang kolega sebetulnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencuri saldo dari kartu ATM, antara lain:

Penguntitan / Pengintipan PIN

Ini cara paling mudah dan efektif buat seorang pencopet, intip seseorang ketika memasukkan nomer PIN di ATM, kuntit dan curi dompetnya, lalu gunakan nomer PIN yang tadi dicuri.

Cara untuk mencegah kejadian seperti ini tentu saja selalu siaga di ATM, awasi baik – baik keadaan sekitar anda, usahakan hanya ke mesin ATM ketika anda mau pulang, sehingga kemungkinan anda dikuntit sampai bisa tercuri kecil.

Menebak PIN Lewat Data Pribadi

Sederhana saja, kebanyakan orang itu nomer PIN-nya antara tanggal lahir, tanggal lahir pasangan, digit terakhir nomer telpon, 1234 atau 5555.

Untuk itu, gunakan nomer PIN yang tidak akan bisa ditebak kalau seseorang mencuri dompet anda, misalnya saja tanggal lahir orang tua, nomer telepon teman atau nomer pokok mahasiswa ;p

Belanja Di Merchant

Nah, ini yang paling gampang dilakukan oleh siapa saja: DIPAKE BELANJA!

Saat ini, sebagian besar bank memberikan layanan keterhubungan ke jaringan Visa/Master Card di dalam kartu debit mereka, layaknya kartu kredit, dan ini membuat kartu anda bisa digunakan untuk berbelanja tanpa memerlukan PIN di merchant2 tertentu. Saya sendiri memiliki sebuah debit card dari “bank terbesar di Indonesia” berlogo visa yang bisa digunakan di bbrp merchant tanpa perlu memasukkan PIN, cukup tanda tangan saja, dan kalau suatu saat kartu saya hilang bersama dompet, dari KTP saya jelas si pencuri bisa mencontek tanda tangan saya.

Ditambah lagi, di beberapa kompleks pertokoan bermodel seperti ITC, banyak merchant yang tidak menyediakan EDC di tokonya sendiri, dan ini memberikan kesempatan pada bbrp merchant tertentu yang punya EDC untuk membantu “tetangga2″nya itu, yaitu jika ada customer yang mau bayar pake kartu, kartunya digesek di EDC si merchant tersebut kemudian, si merchant memberikan uang cash ke toko tempat customer belanja, dan hal ini jelas bisa dimanfaatkan oleh para pencopet sebagai “penadah” untuk kartu hasil copetan mereka.

Karena itu, bagi anda yang menggunakan kartu debit yang berlogo visa/master card, kartu anda lebih beresiko untuk dibobol dengan mudah, karena itu, ada baiknya jika kartu tersebut hilang, sesegera mungkin telpon bank anda untuk melakukan blok.

Yak, sekian dulu sedikit sharing dari saya, semoga bermanfaat :)

Written by Rizky Andriawan

Desember 27, 2010 at 7:49 am

Ditulis dalam Uncategorized

Untung Ruginya Memilih Tuhan

with 8 comments

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk serius, jadi bagi para debater yang masih sangat niat mendebat saya soal theism dan atheism, saya katakan dari awal saya akan menanggapi komentar anda dengan lelucon :P

Okay, sejak beberapa bulan lalu ketika saya mulai membahas masalah ketuhanan di facebook, gak sekali dua kali ketika sebuah diskusi mencapai titik kebuntuan antara harus percaya Tuhan atau tidak, terdengar jawaban seperti ini:

“Mending percaya aja, toh kalo Tuhan itu gak ada ya gw gak rugi, tapi kalo ada, gw dapet surga, sementara atheist, kalo gak ada ya gak untung, kalo ada atheist rugi masuk neraka”

Logika ini cukup terkenal dan dipopulerkan oleh matematikawan Blaise Pascal (yap, pascal yang bikin segitiga polinomial itu) dan biasa disebut Pascal’s Wager ( http://en.wikipedia.org/wiki/Pascal’s_Wager ). Yah, biarpun nadanya emang agak2 pragmatis tapi banyak yang ngikutin pemikiran ini…

Nah, awalnya memang sepintas terlihat bahwa paham atheism itu ruginya ada, untungnya gak ada, tapi masalahnya, emang iya paham theism itu gak ada ruginya?

Ilustrasinya gini:

  • ketika menyikapi masalah Tuhan, manusia dihadapkan pada pilihan, mau percaya Tuhan atau nggak, nah atheist milih nggak, theist milih iya
  • selanjutnya, theist akan memilih lagi, dari semua agama yang ada, agama mana yang mau dianut, mulai dari A sampe Z
  • setelah memilih agama, theist akan kembali dihadapkan pada pilihan, mau memilih aliran mana dari agama2 itu
  • setelah memilih aliran, berikutnya theist akan memilih lagi, implementasi bagaimana yang akan digunakan dalam kehidupannya
  • setelah itu, theist akan memilih lagi bagaimana mereka harus menyikapi isu – isu di luar agamanya seperti politik negara, sosial dengan agama lain atau sains

Nah kasusnya tentang Tuhan itu secara garis besar bisa dibilang kemungkinannya:

  1. Tuhan itu gak ada
  2. Tuhan itu ada dan dia gak peduli apa yang manusia lakukan (gak itung2an gitu, siapapun boleh masuk surga atau siapapun masuk neraka)
  3. Tuhan itu ada, dia peduli sama yang manusia lakukan, tapi dia strict soal agama-aliran-cara hidup mana yang dia pilih
  4. Tuhan itu ada, dia peduli sama yang manusia lakukan tapi dia gak terlalu strict sama agama (yah, masih bisa dinego lah)

untuk masing – masing kemungkinan efeknya adalah:

kasus 1 : Tidak ada Tuhan

atheis hidup santai, theist hidup dengan cara yang sebetulnya gak ada untungnya

kasus 2 : Tuhan yang tidak mengurusi kehidupan manusia

atheis hidup santai, theist hidup dengan cara yang sebetulnya gak ada untungnya karena toh sama2 bakal masuk surga, neraka, atau malah mungkin gak ada afterlife

kasus 3 : Tuhan yang strict sama agama

atheist hidup santai, theist hidup dengan cara masing, tapi cuma yang milih agama, aliran dan implementasi yang pas yang dapet untung, sisanya udah cape2 ngikutin ajaran agamanya nasibnya sama aja sama atheist

kasus 4 : Tuhan yang menilai kehidupan manusia tapi fleksibel urusan agama

atheist hidup santai, theist hidup dengan cara masing, tapi cuma yang milih agama, aliran dan implementasi yang pas yang dapet untung gede, sisanya cape2 ngikutin ajaran agamanya, nasibnya bakal nunggu kompensasi yang sama aja sama atheist

jadi kesimpulannya? :p

Kalau mau main pragmatis dan cari aman, jelas dari ilustrasi di atas bahwa untuk banyak kasus, nasib anda gak akan jauh beda sama yang hidup santai…

Btw, tulisan ini bukan bertujuan untuk menggambarkan enaknya jadi atheist lho sebetulnya, saya justru ingin menuliskan, bahwa pragmatisme dalam kehidupan beragama tidak akan membawa anda ke mana – mana, memenangkan tiket ke surga jauh lebih berharga dibanding masuk ke sekolah impian, perusahaan bergengsi atau jabatan yang bagus… Nah kalau untuk hal – hal itu saja anda berpikir serius, kenapa untuk hal yang satu ini kebanyakan orang justru mendasarinya dengan pragmatisme? :)

_________________________________________________

note: tulisan ini awalnya saya publish di note facebook, tapi karena banyak peminatnya, saya publish ulang disini biar semua orang bisa baca ;)

Written by Rizky Andriawan

September 28, 2010 at 7:02 am

Ditulis dalam Uncategorized

‘Aku Ingin Dicintai Layaknya Bella Swan’

with 19 comments

Sequel terbaru dari seri ‘Twilight’, yaitu ‘Eclipse’ baru saja dirilis. Dan seperti prequel – prequelnya, film ini pun kembali merebut perhatian jutaan penggemarnya di seluruh dunia, dimana mayoritasnya adalah wanita. Namun, di tengah gegap gempitanya histeria para‘groupies’, tidak sedikit juga dari kalangan pria yang mencibirnya. Mulai dari menekankan betapa rendahnya rating film tersebut di situs – situs kritik film hingga membubuhkan cap ‘gay’ bagi pria yang menonton film tersebut. Akhirnya timbullah sebuah pertanyaan, ada apa sebetulnya dengan Twilight? Kenapa sampai sebegitu terdengarnya perdebatan antara penggemar dan pembenci film ini?

Twilight mengisahkan kehidupan percintaan seorang anak gadis bernama Bella Swan. Bella adalah seorang anak gadis rata – rata, keluarganya broken home, bukan tipe gadis populer, tidak modis, tidak terlalu menonjol di kelas, tidak ‘gaul’, berparas cukup cantik tapi belum termasuk kategori ‘wah’.

Di sisi lain, ada 2 orang pria dalam kehidupan percintaan Bella. Yang pertama adalah Edward, si vampir yang dikenal sebagai anak orang kaya, super tampan, populer dan cool, sementara yang kedua adalah Jacob, si werewolf dengan pembawaan berandalan sopan yang hot. Keduanya tergila – gila pada Bella, bahkan rela bertarung mempertaruhkan nyawa demi memperebutkan Bella.

Ketika Raimi membesut film spider-man yang pertama, Ia mengatakan bahwa kunci suksesnya dalam film tersebut adalah karakter Peter Parker yang dibawakannya adalah karakter ‘pria rata – rata’ yang kemudian dibawanya menjadi karakter ‘pria luar biasa’. Hal tersebut diyakininya mampu menarik simpati para pria yang merasa senasib dengan Peter untuk mendalami emosi sang tokoh sebelum kemudian menggunakan simpati itu untuk melayangkan angan – angan dan imajinasi mereka dalam gelayutan spider-man di tengah gedung – gedung bertingkat bersama si cantik Mary Jane.

Mungkin formula yang sama lah yang membuat jutaan wanita tergila – gila pada Twilight. Karakter Bella yang ‘rata – rata’ itu dimanfaatkan untuk menggaet simpati para wanita yang merasa senasib, yaitu para wanita yang merasa tidak populer, tidak berprestasi menonjol, tidak modis, tidak gaul dan bukan ‘bintang’. Kemudian, dengan formula yang sama pula, para penonton tersebut dibawa terbang ke dalam impian mereka. Namun bedanya, jika impian para lelaki adalah terbang dan menjadi pahlawan super, impian wanita adalah dicintai layaknya Bella Swan.

Bagi kebanyakan wanita, romantika adalah bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Jika kebanyakan pria menilai kesuksesan hidup lewat prestasinya, kebanyakan wanita menilainya lewat kisah cintanya. Namun tentu saja, seperti ucapan Quinn Fabray di Glee, “This Is a Man’s World“!

Dunia ini memang tidak berpihak pada wanita untuk urusan romantika. Di dunia nyata, pria populer lah yang memilih wanita. Pria lah yang lebih sering mendapatkan ‘pilihan lain’ ketika pasangannya sedang berada jauh disana. Pria punya hak untuk menolak permintaan wanita sementara mereka selalu punya ancaman untuk memaksa pasangannnya. Setidaknya, begitulah dunia ini di mata kebanyakan wanita yang kurang beruntung dalam percintaannya.

Sementara Bella Swan? Dia diperebutkan 2 orang pria yang masing – masing adalah tipe – tipe pria favorit, yang satu adalah si tampan super cool dan satu lagi adalah si berandalan yang sopan kepadanya. Bella Swan memiliki kesempatan untuk mendapatkan cinta dari Jacob ketika Edward tidak ada. Dan Edward? Dia melakukan banyak sekali hal demi Bella tanpa meminta banyak imbalan darinya.

Malam ini saya bertanya pada beberapa teman wanita mengenai teori saya ini, dan hasilnya ternyata sesuai dugaan saya. Wanita yang menyukai Twilight, hampir semuanya dikarenakan kisah cinta Bella yang merupakan impian mereka, mulai dari mendapatkan pria sesetia Edward, memiliki pilihan dalam bercinta hingga diperlakukan sebaik Edward memperlakukan Bella. Dan di luar itu, tentu saja ada alasan lain seperti menyaksikan sosok – sosok pria tampan yang tentu saja memberikan kesenangan tersendiri.

Pada akhirnya, saya ingin mencoba menjawab bagi para pria yang masih mempertanyakan apa yang dilihat para wanita dari film ini. Secara sederhana, jika anda melihat wanita menyukai Twilight, kemungkinan besar yang ada di pikirannya hanyalah sebuah kalimat sederhana:

“Aku Ingin Dicintai Layaknya Bella Swan”

Jadi tunggu apa lagi? Kalau salah satu di antara wanita itu adalah gebetan anda dan sedang single, datangilah dan perlakukanlah dia layaknya Edward memperlakukan Bella. :)

Written by Rizky Andriawan

Juli 3, 2010 at 12:52 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.