dunia dari mata saya

dunia anda berbanding lurus dengan cara anda memandangnya :)

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh

dengan satu komentar

“Persatuan lah yang berhasil mengantar para mahasiswa membawa reformasi di negara ini. Persatuan lah yang pada akhirnya berhasil membawa para pejuang kita meraih kemerdekaan ke negara ini setelah 3 abad sebelumnya perjuangan kedaerahan tidak menghasilkan apapun.”

Beberapa minggu terakhir, saya cukup aktif di beberapa group dan page facebook yang berhubungan dengan pro kontra Ujian Nasional, karena selain saya memang punya concern terhadap masalah standarisasi pendidikan, sekalian saya juga nyari alay buat disurvei. Satu hal yang menarik perhatian saya dari gerakan – gerakan tersebut adalah… gerakan seperti itu jumlahnya terlalu banyak.. coba saja anda lakukan search di facebook dengan kata kunci “Ujian Nasional”. Hasil untuk grup-nya saja lebih dari 500 grup.

Menurut saya hal ini cukup menggelikan, karena sebagian dari grup – grup tersebut mencanangkan target yang bisa dibilang muluk, mulai dari 1.000.000 facebooker sampai ada yang 100.000.000 facebooker. Dan bahkan semalam, ada sebuah grup baru lagi dibentuk dengan muatan yang kurang lebih sama. Dengan banyaknya gerakan semacam itu, saya rasa sangat wajar ketika muncul pertanyaan, “sebetulnya apa sih maunya para pembuat grup itu? udah ada grup serupa ngapain bikin lagi?”

Hal ini mengingatkan saya pada sebuah cerita lama saat saya masih menjadi seorang mahasiswa mengenai pola pergerakan mahasiswa. Sejak berakhirnya era Soe Hok Gie, satu – satunya gerakan mahasiswa yang sukses melakukan perubahan besar adalah gerakan mahasiswa tahun 1998, ketika mahasiswa kala itu berhasil menekan presiden terpilih Soeharto untuk mundur dari jabatannya.

Sejak saat itu, ratusan demo mahasiswa menghiasi jalanan kita setiap tahunnya. Berapa banyak yang berhasil sesukses kisah tahun 1998? tidak ada. Sebetulnya, apa sih bedanya gerakan tahun 1998 tersebut dengan demo – demo lainnya. Jawabnya sederhana, tahun 1998, mahasiswa yang melakukan demonstrasi jumlahnya luar biasa banyak. Datang dari berbagai kampus dan front mahasiswa, mereka semua membaur menjadi satu meneriakkan tuntutan yang sama.

Sekarang gerakan masyarakat memang sudah mulai marak di facebook, bahkan dalam acara najwa shihab beberapa saat lalu sempat disinggung apakah nantinya gerakan2 semacam ini justru mampu membawa revolusi di masa mendatang. Namun permasalahannya adalah, sejak era gerakan turun ke jalan, hal paling penting yang bisa kita petik adalah bahwa modal utama dari gerakan rakyat adalah persatuan.

Masalahnya, bicara soal persatuan ini gampang – gampang susah. Karena saya yakin, banyaknya gerakan menunjukkan banyaknya orang yang mau menjadi pemimpin. Apapun motivasinya, ego menjadi pemimpin pada hakikatnya bukanlah suatu yang buruk. Permasalahannya adalah, kadang ego seseorang untuk menjadi seorang ‘bintang’ terkadang terlalu besar sehingga mengalahkan hasratnya semula dalam melakukan sebuah gerakan. Tidak mudah bagi seseorang untuk menyingkirkan ego, merendahkan dirinya menjadi seorang anggota biasa dan bergabung dengan gerakan lainnya, namun percaya atau tidak, sejarah telah menceritakan itu semua pada kita, bahwa hanya dengan bersatu, kita dapat mencapai hasil terbaik dalam misi kita :)

Ditulis oleh Rizky Andriawan

Februari 10, 2010 pada 3:59 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Satu Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. kalo menurut gw.. kayanya eksistensi deh ;p

    cha

    Februari 10, 2010 pada 4:07 pm


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.