‘Aku Ingin Dicintai Layaknya Bella Swan’
Sequel terbaru dari seri ‘Twilight’, yaitu ‘Eclipse’ baru saja dirilis. Dan seperti prequel – prequelnya, film ini pun kembali merebut perhatian jutaan penggemarnya di seluruh dunia, dimana mayoritasnya adalah wanita. Namun, di tengah gegap gempitanya histeria para‘groupies’, tidak sedikit juga dari kalangan pria yang mencibirnya. Mulai dari menekankan betapa rendahnya rating film tersebut di situs – situs kritik film hingga membubuhkan cap ‘gay’ bagi pria yang menonton film tersebut. Akhirnya timbullah sebuah pertanyaan, ada apa sebetulnya dengan Twilight? Kenapa sampai sebegitu terdengarnya perdebatan antara penggemar dan pembenci film ini?
Twilight mengisahkan kehidupan percintaan seorang anak gadis bernama Bella Swan. Bella adalah seorang anak gadis rata – rata, keluarganya broken home, bukan tipe gadis populer, tidak modis, tidak terlalu menonjol di kelas, tidak ‘gaul’, berparas cukup cantik tapi belum termasuk kategori ‘wah’.
Di sisi lain, ada 2 orang pria dalam kehidupan percintaan Bella. Yang pertama adalah Edward, si vampir yang dikenal sebagai anak orang kaya, super tampan, populer dan cool, sementara yang kedua adalah Jacob, si werewolf dengan pembawaan berandalan sopan yang hot. Keduanya tergila – gila pada Bella, bahkan rela bertarung mempertaruhkan nyawa demi memperebutkan Bella.
Ketika Raimi membesut film spider-man yang pertama, Ia mengatakan bahwa kunci suksesnya dalam film tersebut adalah karakter Peter Parker yang dibawakannya adalah karakter ‘pria rata – rata’ yang kemudian dibawanya menjadi karakter ‘pria luar biasa’. Hal tersebut diyakininya mampu menarik simpati para pria yang merasa senasib dengan Peter untuk mendalami emosi sang tokoh sebelum kemudian menggunakan simpati itu untuk melayangkan angan – angan dan imajinasi mereka dalam gelayutan spider-man di tengah gedung – gedung bertingkat bersama si cantik Mary Jane.
Mungkin formula yang sama lah yang membuat jutaan wanita tergila – gila pada Twilight. Karakter Bella yang ‘rata – rata’ itu dimanfaatkan untuk menggaet simpati para wanita yang merasa senasib, yaitu para wanita yang merasa tidak populer, tidak berprestasi menonjol, tidak modis, tidak gaul dan bukan ‘bintang’. Kemudian, dengan formula yang sama pula, para penonton tersebut dibawa terbang ke dalam impian mereka. Namun bedanya, jika impian para lelaki adalah terbang dan menjadi pahlawan super, impian wanita adalah dicintai layaknya Bella Swan.
Bagi kebanyakan wanita, romantika adalah bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Jika kebanyakan pria menilai kesuksesan hidup lewat prestasinya, kebanyakan wanita menilainya lewat kisah cintanya. Namun tentu saja, seperti ucapan Quinn Fabray di Glee, “This Is a Man’s World“!
Dunia ini memang tidak berpihak pada wanita untuk urusan romantika. Di dunia nyata, pria populer lah yang memilih wanita. Pria lah yang lebih sering mendapatkan ‘pilihan lain’ ketika pasangannya sedang berada jauh disana. Pria punya hak untuk menolak permintaan wanita sementara mereka selalu punya ancaman untuk memaksa pasangannnya. Setidaknya, begitulah dunia ini di mata kebanyakan wanita yang kurang beruntung dalam percintaannya.
Sementara Bella Swan? Dia diperebutkan 2 orang pria yang masing – masing adalah tipe – tipe pria favorit, yang satu adalah si tampan super cool dan satu lagi adalah si berandalan yang sopan kepadanya. Bella Swan memiliki kesempatan untuk mendapatkan cinta dari Jacob ketika Edward tidak ada. Dan Edward? Dia melakukan banyak sekali hal demi Bella tanpa meminta banyak imbalan darinya.
Malam ini saya bertanya pada beberapa teman wanita mengenai teori saya ini, dan hasilnya ternyata sesuai dugaan saya. Wanita yang menyukai Twilight, hampir semuanya dikarenakan kisah cinta Bella yang merupakan impian mereka, mulai dari mendapatkan pria sesetia Edward, memiliki pilihan dalam bercinta hingga diperlakukan sebaik Edward memperlakukan Bella. Dan di luar itu, tentu saja ada alasan lain seperti menyaksikan sosok – sosok pria tampan yang tentu saja memberikan kesenangan tersendiri.
Pada akhirnya, saya ingin mencoba menjawab bagi para pria yang masih mempertanyakan apa yang dilihat para wanita dari film ini. Secara sederhana, jika anda melihat wanita menyukai Twilight, kemungkinan besar yang ada di pikirannya hanyalah sebuah kalimat sederhana:
“Aku Ingin Dicintai Layaknya Bella Swan”
Jadi tunggu apa lagi? Kalau salah satu di antara wanita itu adalah gebetan anda dan sedang single, datangilah dan perlakukanlah dia layaknya Edward memperlakukan Bella.

beuh, mantap…
rating untuk tulisan ini mendekati ****
Aulia
Juli 3, 2010 pada 1:03 pm
ah, pak aulia ini bisa saja
Rizky Andriawan
Juli 3, 2010 pada 1:20 pm
Makanya, datangi dan perlakukanlah aku selayaknya Bella Swan
monangela
Juli 3, 2010 pada 2:25 pm
tentu saja sayang…
sini2 swan… ;p
Rizky Andriawan
Juli 3, 2010 pada 2:32 pm
Ehem.. ehem….
kunderemp
Juli 5, 2010 pada 6:39 am
batuk?
minum mextril dong biar gak ngetril
Rizky Andriawan
Juli 7, 2010 pada 2:04 am
haha gw juga heran deh ama co22 yang nonton Twilight Saga.. ya filmnya, ya novelnya, itu kan cewek banget hahaa.. kalo gw bilang sih, mirip22 serial cantiknya versi novel dan versi film Hollywood
and your point is absolutely right.. karena so sweeeet nya itu lah Twilight Saga banyak penggemarnya hehheehe
Sonya
Juli 4, 2010 pada 2:35 am
hahaha…
bener2… mirip serial cantik cuma holiwud
Rizky Andriawan
Juli 4, 2010 pada 3:03 am
Quinn Fabray di Glee, “This Is a Man’s World“!
Aldy Holiday
April 14, 2011 pada 7:35 am
You’re rite ky…
can’t say much… Just can feel love of twilight saga… ♓é² :p.. ♓é² :p.. ♓é² :p.. ♓é
osi
Juli 4, 2010 pada 6:32 am
ah ibu osi ini pakai malu2
Rizky Andriawan
Juli 4, 2010 pada 5:13 pm
nice insight! hahahahaha
chita
Juli 4, 2010 pada 10:32 am
lol, curcolkah comment lo ini? ;p
Rizky Andriawan
Juli 4, 2010 pada 5:13 pm
selamat pagi
jadi ini toh menariknya Twilight itu.
saya pernah nonton yg pertama aja, dan gak ada asyik nya sama sekali waktu nonton. hahaha.
syukurlah, saya masih lelaki normal.
terima kasih dan mohon maaf
alisnaik
Agustus 11, 2010 pada 6:51 pm
kerennnnnnnnnnn
hot
September 6, 2010 pada 2:56 pm
wah, jadi inikah nilai romantika sebuah film Twilight ??
gak pernah nonton sih..
Taufik
September 28, 2010 pada 7:20 am
wah… kalo film-nya sih… emang pengrusakan dari novelnya…
Tapi, memang setuju bahwa sosok Edward yg bikin menarik (novel).
Hidup novel twilight! (bukan film-nya)
Jessot
Februari 28, 2011 pada 11:44 am
WAAW..! Analisa yang expert, pembuktian kl pernyataan “…, a lover, …, and a master of those things above” benar adanya.
Mohamad Sani
Juni 27, 2011 pada 6:38 am
ehm, saya sudah ganti bio kk :p
Rizky Andriawan
Juni 27, 2011 pada 6:47 am