Uncategorized

Rana dan kebiasaan buruk di masyarakat maya kita

“itu tuh anak kelas 8 smp yang bilang pemakai BB itu alay!”

Tadi sore, lagi – lagi netter Indonesia kembali meletakkan sebuah topik lokalnya di daftar trending topic Twitter. Namun, berbeda dengan kejadian – kejadian yang sering terjadi sebelumnya, kali ini yang masuk trending topic bukanlah twitter game ataupun berita dukacita, melainkan nama seorang anak perempuan berusia SMP yaitu “Rana”.

Ceritanya, konon pada sekitar pukul 7 – 8 sore tadi, Rana mengirim sebuah twit yang mengatakan bahwa pengguna ponsel Blackberry itu alay. Entah bagaimana awalnya proses RT bisa terus menerus berjalan hingga akhirnya nama Rana berhasil menjadi trending topic dengan dimotori twit – twit bernada sebagian besar bernada menghujat.

Fenomena ini menarik perhatian saya karena beberapa saat yang lalu saya memang sempat berpikir bahwa ada beberapa kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh netter – netter Indonesia (atau bahkan seluruh dunia? saya kurang tahu juga :P), yaitu antara lain:

  • Emosional
  • Ikut – ikutan
  • Tidak kritis
  • Suka menghujat
  • Overreaktif
  • Lebay😛

Yang menarik perhatian saya adalah, mengapa sikap – sikap tersebut kini bisa banyak kita temui di berbagai belahan dunia maya Indonesia? Menurut hemat saya, ada 2 kemungkinan alasan akan fenomena tersebut:

  1. Orang Indonesia memang begitu, dan internet membuatnya semakin kelihatan
  2. Sikap itu membudaya justru karena internet

Singkatnya begini, untuk alasan pertama, hal ini berarti sikap – sikap tersebut ya memang budaya yang terjadi di masyarakat kita, hanya saja selama ini kita hanya bergaul dengan orang yang itu – itu saja jadi kurang terlihat, ketika kita hidup di dunia maya, semuanya menjadi semakin terlihat. Sementara, untuk alasan kedua, contoh mudahnya adalah kebiasaan berburu pertamax di kaskus. ya dulu sih saya memang pertamax hunter😛, tapi setelah saya merasa habit tersebut membuat saya cenderung untuk mencari kesempatan pertamax dan membaca thread dengan seadanya, sehingga membuat saya terbiasa me-reply dulu sebelum membaca baik2, saya berhenti saja deh. Nah, apakah habit seperti itu yang memang lahir di internet sehingga mempengaruhi ke-tidak-kritis-dan-ke-lebay-an netter Indonesia?😀

Apapun asalnya, sebetulnya sebagian besar sikap – sikap tersebut memiliki penyebab yang sama, antara lain:

  • skeptisme
  • kurang pengetahuan
  • depresi

Menurut beberapa sumber yang saya temui, skeptisme dan depresi adalah salah satu sumber utama yang menyebabkan seseorang suka berprilaku overreaktif dan suka menghujat, sementara kekurangan pengetahuan menyebabkan seseorang kurang kritis dan emosional.

Nah, masalah kian menarik, karena sikap depresi, skeptisme dan kekurangan pengetahuan bukanlah hal yang baru dialamatkan ke generasi muda bangsa kita😀 skeptisme dan depresi dalam melihat masa depan diri sendiri bukanlah hal yang aneh yang saya jumpai di generasi sekarang, sementara kekurangan pengetahuan rasanya tidak perlu dibahas lebih lanjut untuk melihat bahwa memang sebagian besar generasi muda kita sangat kekurangan pengetahuan😛

well, pada akhirnya saya mencoba menarik sebuah benang merah bahwa sebetulnya tidak salah jika dikatakan bahwa Internet memang mengungkap kebiasaan kita yang sebenarnya, baik kebiasaan baik maupun buruk, karena sebetulnya sikap yang kita lihat di dunia maya itu adalah sikap2 yang cikal bakalnya datang dari sikap yang memang sudah membumi di masyarakat kita, dan menurut seorang rekan sikap2 membumi itu lahir dari lingkaran setan yang dimulai dari pemerintahan korup – pelayan masyarakat rendah – kepedulian masyarakat berkurang – masyarakat bermental buruk – dan pada saat jadi pemimpin, nantinya korup lagi deh😀

tapi yah… itu hanya sekedar opini pribadi saya, bisa benar, bisa juga salah, kalau menurut anda?😉

27 thoughts on “Rana dan kebiasaan buruk di masyarakat maya kita

  1. Sebaiknya pertimbangkan lagi apa yg akan dituliskan dalam dunia internat, karena tidak hanya sedikit yang mambaca, dan suatu saat mungkin akan menjadi bumerang bagi kita sendiri….

  2. cuma bocah diladenin.. Emang udah pd kekurangan kerjaan kali tem..
    sbnrnya si rana Salah.. Bukan pengguna BB yg alay (fav lo kan.. :p) tp yg blow up lwt twiter yg alay..😀

  3. yah gagal pertamax :p

    menurut gw, BB user yg ngamuk2 itu emang beneran alay, makanya pas dikatain alay mereka langsung meledak:mrgreen:

    mungkin mereka blom tau suatu istilah bernama “cuek”?:mrgreen:

  4. bukan gitu Tem
    kalo gw BB user & dikataian kayak gitu, gw cuekin aja, dibawa santai.
    “anjing menggonggong, kafilah berlalu”

    well… berarti model “cuek” gw beda dong? :p

  5. owalah, ternyata saya ketinggalan berita, bahkan baru tahu tentang kehebohan “rana” di sini.

    yang saya tangkap dari tulisan ini sih ada kehebohan karena ada pengguna twitter berusia remaja awal (masih kelas 8 smp? ckckck) yang ngeliat di sekitar dirinya temen-temennya udah pada “megang” bb.

    ada lho fenomena yang udah umum di masyarakat yaitu orang tua (yang cukup kaya) suka memanjakan anaknya yang sebenernya belum (atau bahkan ngga) butuh fasilitas-fasilitas elit, dalam kasus ini bb.

    ya wajar lah kalo muncul anak yang seperti rana ini yang ngeliat anak-anak di sekitarnya yang dimanjain ortunya, tiap hari bawa bb ke sekolah, pamer, norak, dan yang jelas karena usianya masih tergolong puber kelas awal, suka “bullying” dan ngejelek-jelekin temennya sendiri. nah si anak ini bisa jadi kesel, buka opera mini dari hpnya yang kuno, buka twitter, ngetweet deh~

    eh.. baru baca ternyata rana udah minta maaf, dan apa yang saya tulis di atas jadi ngga relevan sama kasus dia, tapi karena udah terlanjur ditulis jadi males ngapus lagi xD

    ~kok jadi panjang sih -.-
    ~yah, si SM udah balik ke jambi xD

    1. sebetulnya sih apapun alasan si rana menurut gw bukan sesuatu yang besar, gw sendiri juga sering kok mengeluarkan pernyataan2 seperti itu, misalnya “IM* itu operator seluler kebangsaan alay” dan lain sebagainya, tapi yang menarik justru kehebohan orang – orang menanggapi twitnya si rana itu😀
      tapi kalo mau dilihat dari segi si rana sendiri ya mungkin bisa jadi alasannya sesuai dengan yang lo gambarkan, tapi gw juga kurang tau deh, gw belum dapet informasi mengenai latar belakangnya😀
      ~ih curcol di blog orang😛

  6. Haha.. Kok kesannya yang gw tangkep dari si Rana ini dia pengen ngomong gini ya:
    “Kalo lo mo sok-sokan ngeksis, sok-sokan gaol, sok-sokan sengaja make Blackberry biar dibilang gaol padahal make hape biasa aja juga bisa, itu tandanya lo tu ALAY!”
    Gw ga liat twitternya si.. Tapi, entah kenapa.. I’m kinda agree😛

    1. banget!
      hahahah, menurut gw juga emang begitu, dan gak cuma BB, tapi banyak banget teknologi yang ngetop di indonesia cuma buat gaya2an doank tanpa dimaksimalkan fungsinya, dimana BB adalah salah satunya😀

  7. To me, alay itu artinya terlalu memaksakan diri melakukan sesuatu secara berlebihan dengan maksud agar dapat mencapai suatu hal yang sebenarnya di berada luar kemampuannya, padahal sebenarnya hal itu sendiri bukanlah hal yang terlalu penting.
    Tujuan utama? Caper.
    Aksi? Semuanya mesti dilakukan berlebihan.
    Alasan? Merasa tidak cukup menarik untuk mendapat perhatian orang-orang.
    Yah.. Ini pendapat subjektif gw si..

  8. bhahahaha

    sha qra ada apahan drtd rame ngom ttg rana…

    ternyata oh ternyata…
    😀

    cm skedar joke bocah kecil ajah toh…

  9. Kalo menurut gw, emang pada kenyataannya masyarakat Indonesia itu reaktif, bahkan over-reaktif…

    contoh kasusnya buanyak buanget, mulai dari orang-orang pada latah menghujat malaysia, trus kasus evan brimob, trus sekarang rana…over-reaktif yg mungkin disebabkan karena mereka nggak berpikir panjang tentang apa yg bisa terjadi selanjutnya. Apalagi klo udah jadi trend, wah pasti secepat kilat lah reaktifnya…

    reaktif dan ikut-ikutan…itulah realitanya…

    nice post by the way!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s