Uncategorized

10 ribu Facebooker dukung Hendri Mulyadi menjadi ketua PSSI, cukupkah?

“Dukungan atas kisah penyusupan Hendri Mulyadi ke tengah lapangan pertandingan Indonesia vs Oman terus bertambah. Gerakan pro Hendri di Facebook hampir mendekati sepuluh ribu.” – detiksport[dot]com

Beberapa hari yang lalu, Hendri Mulyadi salah seorang suporter tim nasional Indonesia yang menyaksikan langsung laga penyisihan Piala Asia melawan kesebelasan Oman melakukan sebuah tindakan yang terbilang nekad, Ia masuk ke lapangan, mengambil bola yang dibuang oleh pemain Oman, menggiringnya menuju gawang Oman dan melepaskan tembakan sebelum ditahan pihak keamanan. Pasca kejadian itu, beraneka reaksi terhadap aksi Hendri bermunculan, salah satunya adalah sebuah gerakan Facebook bernama “DUKUNG HENDRI MULYADI JADI KETUA PSSI”.

Ya, beberapa saat terakhir Facebook memang kerap dijadikan sarana propaganda reaksi – reaksi terhadap isu yang berkembang di masyarakat. Sepengamatan saya, tren ini dimulai ketika masa pemilu kemarin, dengan melejitnya gerakan antipati kepada mantan presiden Megawati untuk menjabat kembali. Sejak saat itu, rasanya telah banyak gerakan serupa yang bermunculan di Facebook. Dari beberapa gerakan tersebut, beberapa di antaranya memang cukup menyedot perhatian hingga terliput ke media, seperti gerakan penolakan Megawati untuk menjadi presiden, gerakan antipati terhadap selebriti teknologi Roy Suryo hingga dukungan kepada wakil ketua KPK Bibit dan Chandra ketika ditahan beberapa saat lalu.

Dilihat dari jumlah pendukung gerakan – gerakan tersebut, sepintas kita dapat melihat bahwa jumlah pendukung untuk gerakan – gerakan tersebut memang kerap mengagumkan, angka 100 ribu atau bahkan 1 juta pendukung bukanlah jumlah yang sedikit untuk sebuah gerakan, bandingkan dengan gerakan demonstrasi mahasiswa yang jumlahnya “hanya” berkisar dalam bilangan ribuan simpatisan saja. Namun, kembali muncul pertanyaan selanjutnya, apakah jumlah yang besar tersebut mencerminkan sebuah kepantasan untuk diperhitungkan?

Beberapa pihak yang merasa diserang oleh gerakan – gerakan tersebut kerap melepaskan kritikan terhadap mereka, misalnya saja Roy Suryo menuding jumlah simpatisan grup “Katakan Tidak untuk Roy Suryo” adalah rekayasa, kemudian Bonaran Situmeang, pengacara Anggodo Widjojo mengatakan bahwa jumlah 1 juta pendukung Bibit – Chandra tidak ada apa – apanya dan pihaknya mampu mengumpulkan 50 juta dukungan untuk kliennya.

Kalau memang Bonaran Situmeang berhasil mengumpulkan 50 juta pendukung, maka angka 1 juta yang didapat Bibit – Chandra jelas menjadi tidak berarti lagi, namun bisa saja terjadi sebaliknya, seperti ketika gerakan pro megawati mengalir untuk menantang gerakan antipati jagoan mereka, jumlah mereka kalah jauh sehingga secara tegas memang terlihat bahwa masyarakat maya lebih berada di sisi yang bersebrangan dengan beliau. Namun karena grupnya tidak juga dibuat oleh Bonaran, jadi ya sah – sah saja dia tetap mengatakan bahwa angka 1 juta itu masih dapat dikalahkan.

Dari sedikit ulasan di atas, sebetulnya saya ingin menyampaikan bahwa sebesar apapun “jumlah kotor” pendukung gerakan apapun di Facebook, sebetulnya tidak berarti apa – apa selama tidak ada pembandingnya. Singkatnya, kalau lah jumlah 10 ribu pendukung Hendri Mulyadi akhirnya berhasil naik mencapai 100 ribu atau 1 juta, apakah lantas Hendri layak didukung menjadi ketua PSSI? Saya rasa tidak, karena secara mudah tidak ada pembanding apapun, siapapun dapat mengatakan “ah, kalau saya bikin grup begitu pasti pendukung saya lebih banyak daripada dia”.

Jadi yaa… mungkin ada baiknya mulai dari sekarang, kalau anda mau bikin gerakan dukungan di Facebook, sekalian saja bikin tandingannya, biar jelas mana yang lebih banyak didukung, sehingga ketika anda mau gembar – gembor ke media, argumen anda pun lebih mantap: “lihat saja dukungan untuk grup lawan saya, jauh di bawah saya, kurang bukti apa lagi kalau kami lebih didukung masyarakat maya?” tapi yah… siap – siap saja… bikin tandingan berarti anda bisa menang, bisa juga kalah😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s