Uncategorized

Butuh 3 Pria Untuk Makan Es Krim

Catatan ini adalah penjelasan dari teori lama mengenai pergaulan, isu gender dan reaksi masyarakat terhadap fenomena sederhana yang terjadi ketika pria melakukan hal – hal yang sebetulnya biasa, tapi berkesan tidak biasa karena pria yang melakukannya😀

Sebelum membahas mengenai teori ini, terlebih dahulu saya ingin menceritakan asal muasal tercetusnya teori ini.

Beberapa tahun yang lalu, ketika saya kuliah tahun kedua, saya tinggal di sebuah kamar kost bersama dengan 2 orang teman saya yang kebetulan berkuliah di fakultas yang sama dengan saya. Sebut saja mereka itu adalah Bang Y dan Om2 Z. Perjalanan dari kost kami menuju kampus melewat beberapa spot tertentu, antara stasiun UI dan Alfamart psikologi.

Satu item yang menarik dari alfamart di psikologi adalah es krim. Kami bertiga sangat menyukai es krim, sehingga sering sekali kami pulang bersama dan mampir disana sekedar untuk membeli es krim. Awalnya semuanya berjalan biasa saja, sampai akhirnya ketika semester 3 mendekati akhir, dan kami punya kesibukan yang berbeda, sehingga kami terkadang harus pulang terpisah.

Pada suatu hari, saya dan Bang Y pulang berdua karena Om2 Z sedang sibuk mengerjakan tugas di kampus. Hari itu, kami membeli es krim, dan seperti biasa kami memakannya sepanjang perjalanan. Namun, ada yang berbeda rasanya hari itu. Entah kenapa, kami merasa banyak orang ngeliatin kami sepanjang perjalanan. Sesampainya di kosan, kami sama2 memeriksa diri, apakah ada yang salah dengan kami, dan sepertinya tidak ada yang salah.

Beberapa hari kemudian, kami melakukannya lagi, dan kembali merasa banyak yang keliatan, dan kami tetap bingung hingga akhirnya kami bertemu seorang teman wanita di tengah jalan dan dengan santai dia berkomentar:

aww… makan es krim berdua… so sweeeetttt….

OMG! dan saat itulah kami sadar, bahwa ketika dua orang pria makan es krim berdua, suka tidak suka, ada orang yang memandang itu “sedikit” gay-ish…

malamnya kami menceritakan hal itu pada Om2 Z. Dan Ia pun bercerita, bahwa minggu itu, Ia pun sempat mampir dan membeli es krim sendiri, dan merasa ada yang salah. Dan kami berpikir, kalau memang 2 pria makan es krim gay-ish, apa yang salah dengan seorang pria makan es krim sendirian?

dan jawabannya kami temukan beberapa hari kemudian, ketika kami melihat seorang pria makan es krim sendirian… salah seorang dari kami berkomentar:

ih, kesian amat tuh cowok, makan es krim sendirian, udah kayak orang autis aja…

Damn! saat itulah kami mulai membuat dan menyebarkan teori ini, yang kami sebut sebagai “Hukum kegiatan pria di tempat umum”, yang menyatakan bahwa:

Makan es krim, nonton bioskop, makan cimol, berjalan dengan pose mesra seperti bergandengan tangan, serta hal – hal serupa lainnya hanya dapat dilakukan oleh pria yang berjumlah sekurang – kurangnya 3 orang. Melakukan hal itu sendirian akan membuat anda terlihat kesepian, dan melakukannya berdua membuat anda terlihat pasangan gay, dan tiga orang memenuhi syarat minimal anda terlihat sebagai “geng” atau semacamnya…

Dan somehow, mungkin karena teori ini memang representatif terhadap lingkungan sosial di sekitar kita atau bagaimana, teori ini cepat menjadi populer di kalangan sekitar kami.

Namun, ternyata ada flaw dalam hukum tadi yang kami sadari beberapa saat kemudian. Saat itu adalah tanggal rilis film Spiderman – 3, dimana sangat ditunggu – tunggu oleh teman – teman di sekitar kami. Banyak di antara mereka yang ingin nonton, namun karena mereka cukup percaya pada teori kami tersebut, mereka mengumpulkan jumlah yang cukup dulu sebelum menonton. Dalam hal ini, mereka mengumpulkan 8 orang pria untuk pergi nonton bersama.

Dengan berpegang pada teori kami, mereka merasa bahwa dengan jumlah 8 orang cukup membuat mereka sebagai “geng dengan jumlah lumayan”. Namun kenyataannya, jumlah 8 orang nonton bersama terlalu banyak untuk pria yang pergi tanpa ada 1 wanita pun. entah bagaimana caranya, saya juga lupa, tapi justru ada yang menyebut mereka sebagai

ih, sekumpulan cowok gak laku yang pergi bareng

so, akhirnya kami menyadari bahwa jumlah ideal sekumpulan pria melakukan kegiatan seperti yang telah kami sebutkan di atas secara bersama – sama adalah 3 – 5 orang, di atas itu anda akan tampak sebagai sekumpulan pria tidak laku😛

dan kami melakukan revisi terhadap hukum kami menjadi:

Makan es krim, nonton bioskop, makan cimol, berjalan dengan pose mesra seperti bergandengan tangan, serta hal – hal serupa lainnya hanya dapat dilakukan oleh pria yang berjumlah sekurang – kurangnya 3 orang dan sebanyak – banyaknya adalah 5 orang. Melakukan hal itu sendirian akan membuat anda terlihat kesepian, dan melakukannya berdua membuat anda terlihat pasangan gay, dan tiga orang memenuhi syarat minimal anda terlihat sebagai “geng” atau semacamnya… dan ketika jumlahnya melebihi 5 orang, anda akan terlihat sebagai “geng pria – pria kurang laku”

kesimpulannya… meskipun isu gender terkadang terasa mengekang wanita, sebetulnya pria pun mengalami tekanan,

seorang wanita makan es krim sendirian? cute. seorang pria? autis

dua orang wanita jalan bergandengan tangan? temen baik. dua orang pria? gay.

7 orang wanita nonton bioskop bareng? cewek2 gaul. 7 orang pria? cowok2 gak laku

jadi, saya sarankan bagi anda para pria, untuk mempertimbangkan hukum ini sebelum anda melakukan kegiatan – kegiatan tersebut bersama – sama😀

_________________________________________________________________

notes: catatan ini sudah pernah saya publish sebelumnya di notes facebook saya, tapi somehow tiba2 saya pengen ngepost ini lagi disini

18 thoughts on “Butuh 3 Pria Untuk Makan Es Krim

  1. Kovfhloghkkhh

    entry teraneh ketika dibaca berdua dengan cowo!

    apakah anda membuat teori ini berdua dengan bang Y? atau bertiga dengan om Z?

    BTW, nice post

  2. bwahahahahahaha… dodol lo tem!! kebayang banget deh lo makan es krim ama gagang sepanjang barel.. trus masuk ke kosan yang sama pula, ke kaman berantakan ituuu.. *kangen masa2 ituuu*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s