Uncategorized

Azrax, Bruce Wayne Soleh Tanpa Topeng Asli Indonesia

Pertama – tama, saya ingin menyampaikan bahwa sungguh sebuah kebanggaan buat saya pribadi karena saya termasuk satu dari sedikit orang yang bisa menyaksikan sebuah film monumental buatan anak negri ini di bioskop. Iya, sedikit. Teater gw isinya gak nyampe 10 orang dan bioskop yang muter di Jakarta cuma 5 bioskop, ya itung sendiri deh kira – kira berapa orang yang nonton film ini dan gw satu di antaranya.

Kedua – dua, puji syukur atas sarapan saya yang salah tadi pagi, siang ini saya begitu malas makan siang dan saya memutuskan untuk mengisi jam makan siang saya dengan menulis review soal film monumental ini.

Baiklah, tanpa mengurangi rasa hormat, selamat membaca tulisan saya ini, semoga tulisan saya ini dapat menginspirasi anda semua untuk menonton Azrax dan merasakan sendiri sensasi inspiratif dari film tersebut.

Synopsis

Film ini berkisah mengenai Aa’ Gatot alias Aa’ Azrax. Kisahnya di sebuah desa yang entah di mana, dimana sebagian penduduknya berlogat sunda namun dari desa yang sama diculiklah seorang wanita yang katanya asli jawa timur.

Aa’ Azrax ini ceritanya adalah seorang guru mengaji, merangkap guru silat, merangkap filantrofis, merangkap high quality jomblo yang begitu charming pada setiap jejak langkahnya. Digambarkan sehari – hari Ia mengajar agama di sebuah masjid dekat rumahnya, dan setiap habis selesai mengajar, murid – murid perempuannya mengantri untuk sekedar cari perhatian kepadanya, baik itu sekedar curhat maupun membuatkan masakan untuk Aa’.

Orang kampung mengenal Aa’ dengan nama “Gatot”, tapi seorang tetangga dekatnya tahu bahwa nama aslinya adalah “Azrax” (atau ajrak? atau ajract? atau ajrat? semacam itulah), dimana itu terungkap dari sebuah dialog di awal film dimana Gatot terkejut ketika tetangganya tersebut memanggilnya dengan sebutan Azrax.

“Kok kamu tahu nama asli saya?”

“Ya tahu atu a’, kita kan sudah lama tetanggaan, tapi saya teh sampai sekarang belum tau Aa’ teh “Azrax”-nya dimana?”

note: dari dialog di atas saya menduga Azrax adalah sebuah kata yang ada artinya, tapi saya mencoba mencari di kamus Indonesia, arab dan sansekerta gak nemu juga, mungkin dalam kamusnya Aa’ Gatot ada arti kata “Azrax”

Aa’ Azrax ini ceritanya kaya bukan main, kerap membiayai sekolah gadis – gadis penggemarnya yang kurang mampu, mobilnya jeep keluaran tahun 2000+, sanggup membiayai dirinya jalan – jalan ke Hongkong dan memulangkan puluhan TKI naik pesawat, meskipun saya juga bingung Ia dapat uangnya dari mana, tapi ya sudahlah, intinya dia kaya raya, titik.

Singkatnya pada suatu hari banyak gadis di kampung Aa’ yang terjerat sindikat perdagangan wanita. Aa’ pertama kali melihat masalah ini ketika Ia berusaha menyelamatkan gadis yang dikejar – kejar sekelompok preman yang konon adalah bagian dari agen TKI, dan kemudian ketika warga berbondong – bondong meminta bantuannya akibat menyaksikan liputan soal perdagangan wanita yang disiarkan oleh sebuah radio yang ditayangkan di televisi, akhirnya Aa’ memutuskan untuk turun tangan dalam aksi penyelamatan.

Akhirnya berangkatlah Aa’ ke jakarta untuk menggrebek agen TKI terkait, dimana di sana Ia bertemu dengan 2 orang yang punya misi yang sama, yang satu pacar seorang wartawati yang ikut terbawa ketika sedang menyelidiki sindikat tersebut, satu lagi adalah seorang preman soleh yang mencari keponakannya.

Selidik punya selidik, Aa’ dan teman – temannya menemukan markas sindikat tersebut, menghajar para preman di dalamnya dan mengetahui bahwa gadis – gadis tersebut dikirim ke Hong Kong dan Malaysia. Tanpa pikir panjang mereka pun pergi ke Hong Kong untuk menelusuri jejak sindikat tersebut.

Sekitar 1 jam kemudian film ini kemudian menceritakan perjalanan ke Hong Kong, dimana Aa’ dan teman – temannya berjalan – jalan, bertanya kesana kemari, menemukan markas sindikat tersebut, menghajar para preman, membebaskan para gadis, pulang ke Indonesia, melanjutkan pencarian siapa bos sindikat tersebut di Indonesia, masuk, hajar preman, pukul, bunuh, etc etc sampai akhirnya Aa’ menang dan menjadi pahlawan.

Terakhir Aa’ dielu – elukan warga di desanya, dikerubuti gadis – gadis cantik, dan tamat.

Apakah Film ini Murahan?

Kalau definisi film murahan adalah layaknya film – film horno (horor porno) kampang dengan akting pas – pasan, musik seadanya, sinematografi hancur – hancuran dan special effect yang bikin sakit mata, saya akan katakan bahwa film ini jauh dari kesan murahan.

Jauh.

Seriusan ini.

Film Azrax ini secara sinematografi gak buruk, akting para pemainnya pun gak kaku (kecuali para preman tukang pukul yang…. yaudahlah ya, standar juga kalo peran ginian diambilnya yang penting badan gede muka serem doang), musiknya gak ngerusak dan maksain, special effectnya gak jelek, adegan tarungnya pun sebagian besar tidak kelihatan aneh, cukup oke lah secara kualitas pembuatan.

Jadi ya saya serius, Azrax ini bukan film murahan.

Lantas Apa Yang Perlu Dikeluhkan Soal Film Ini?

Kalau menurut saya ada 4 hal saja sebetulnya:

Lini masa yang tidak beraturan

Sumpah, film ini tuh timelinenya gak kira – kira berantakannya, antara satu adegan dan adegan berikutnya gak ada yang tahu itu terjadi kapan, apakah langsung setelah itu kah? Keesokan harinya kah? Minggu berikutnya kah? Bulan depan kah? Atau bahkan beberapa saat sebelumnya?

Aisyah, salah satu groupies utama Azrax baru saja menyebut keinginannya untuk menjadi TKI ke Aa’ dan masih bimbang, beberapa menit kemudian dia sudah berada di kawasan pengumpulan para wanita yang akan dijual di tengah hutan entah di mana.

Jamilah baru protes ke pakliknya yang jadi preman dan bilang Ia mau cari uang sendiri, keesokan harinya sudah disekap bersama Aisyah di hutan entah dimana.

Jamilah mati bunuh diri di awal petualangan Aa’, kemudian diceritakan petualangan Aa’ cs selama hampir sebulan di Hong Kong, baru kemudian berita berita matinya Jamilah masuk di koran.

Aa’ cs baru saja mendapatkan alamat markas sindikat di Hong Kong, tiba – tiba salah seorang anak buah Aa’ yang gak bisa bahasa asing sama sekali sudah sampai di sana dengan sendirian dan Aa’ baru datang berjam – jam kemudian.

Aisyah terakhir mau dihajar di rumah bordil karena tidak mau melayani tamu, tiba – tiba Ia ada di markas sindikat, belum diapa – apakan dan tepat saat mau mulai dihajar Aa’ datang menolongnya.

Saya beneran curiga film Azrax ini tadinya dibuat untuk durasi penayangan 3 jam lebih, tapi karena takut penonton tidak sanggup menerima tayangan luar biasa dahsyat untuk durasi segitu lamanya, akhirnya dipotong dan disambung sana – sini hingga akhirnya linimasanya berantakan.

Iya, pasti gitu deh… Tidak mungkin film sedahsyat Azrax sengaja dibuat dengan lini masa yang demikian berantakan, pasti gara – gara kepanjangan dan dipotong deh.

Inkonsistensi Kualitas

Ini sesuatu yang sangat – sangat mengganggu, terutama kalau anda memperhatikan adegan – adegan perkelahian, ada adegan – adegan yang kualitasnya sebetulnya lumayan oke, tapi ada juga yang beneran terlihat asal – asalan, urutannya tidak jelas dan pengambilan gambarnya pun absurd.

Teman saya berpendapat alasan inkonsistensi demikian adalah kesungguhan sang sutradara untuk menyelesaikan sebuah adegan sesuai dengan budget yang diajukannya. Kalau suatu adegan sudah ditake  berkali – kali dan masih buruk juga, padahal waktu sewa tempat untuk shoot adegan tersebut hampir habis, lebih baik dipilih saja mana yang paling baik.

Karena Ia tidak ingin membuang dana terlalu banyak demi rakyat miskin, ingat, 50% keuntungan (kalau untung) film ini adalah untuk disumbangkan lho, jadi demi menekan cost agar cepat balik modal dan profit lebih besar demi disumbangkan, maka Ia bersikeras tidak memperpanjang shooting adegan yang belum bagus.

Atau bisa juga karena sang pemeran utama encok di tengah shooting, tapi Ia tidak mau digantikan dan tidak mau mengulur waktu. Bisa.

Aa’ Azrax Yang Terlalu Keren

Iya, film ini terlalu berusaha membuat Aa’ Azrax sekeren mungkin, tapi jika semua kekerenan itu ditunjukkan di film, semua masalah harus ditunjukkan, tidak akan cukup durasi film, sehingga dibuatlah seolah semua masalah bisa selesai dengan satu – dua kalimat super bijak dari Aa’, bahkan Vanny yang sedang depresi habis diperkosa, babak belur dan lagi berantem dengan pacarnya pun harus bisa langsung tersenyum manis penuh kebahagiaan begitu mendengar sabda Aa’.

Belum lagi groupies – groupies Aa’ yang entah untuk alasan apa begitu niat mengejar Aa’, termasuk seorang pramugari yang tahu – tahu niat mencari rumah Aa’ hanya setelah disenyumin sekali oleh Aa’ di pesawat dan diberi kartu nama.

Terakhir, bagian…. ah entahlah sub judul apa yang harus saya berikan untuk bagian ini

Intinya ini adalah daftar pertanyaan yang bikin saya bingung sepanjang film:

  1. Aa’ Azrax itu kaya dari mana? Kalau dari keluarganya kenapa Ia kuliah harus dibiayai oleh Mamang? Kalau dari kerja, dia kerjanya apaan? Kalau dari bisnis ya bisnis apa? Ikan? Yang kolam ikannya dia sendiri yang kasih makan itu? Saya rasa penjelasan masuk akal adalah Aa’ menang undian berhadiah milyaran rupiah setelah Ia pulang dari kuliah di Mesir.
  2. Ketika Aa’ mencoba menolong seorang gadis di awal film, dia kan berantem di depan orang tua gadis itu tuh, kenapa orang tuanya diem aja? Anaknya udah jelas jerit – jerit minta tolong, kenapa didiemin aja pas Aa’ kalah dan anaknya dibawa pergi? Kenapa baru heboh belakangan pas nonton berita absurd di TV?
  3. Acara radio macam apa yang disiarkan di TV? Ada gitu TV lokal yang acaranya sesederhana siaran radio direkam masuk TV?
  4. Ketika Aa’ berantem di warnet, dia melempar seorang preman dan menghancurkan kubikel warnet yang gak ada komputernya, kenapa di adegan berikutnya tau – tau ada lagi itu komputer?
  5. Setelah Aa’ merampas motor milih para penjahat, Ia kembali berpetualang dengan jeepnya, motornya ditaruh mana? Kok di akhir film masih ada?
  6. Gimana caranya Aa’ bisa ke Hong Kong sama anak buahnya begitu dapet petunjuk ke sana? Anak buahnya kan belum ngurus paspor? Mereka kan udah di Jakarta, emang bisa KTP bukan Jakarta bikin paspor di Jakarta langsung kayak gitu?
  7. Ketika dikasih tahu mereka dibawa ke Malaysia atau Hongkong, kenapa mereka langsung pergi gitu aja ke Hongkong? Kenapa bukan Malaysia? Atau malah kenapa bukan dari awal ke Arab mengingat agen TKI tersebut tadinya bermasalah dengan mengirim TKI ke arab dan pulang – pulang bawa jabang?
  8. Kenapa dialognya “Istri saya pulang – pulang bawa bayi”, kenapa bukan “pulang – pulang bawa jabang?” Kan lebih catchy. #lupakan
  9. Jika Fanny di awal penyelidikannya perlu menghindar ketika diabsen, kenapa dia berikut – berikutnya malah ikutan diabsen?
  10. Kenapa Jamilah sampai di tempat prostitusi dan siap dihidangkan ke om – om mesum bajunya gak ganti? Karena lebih eksotis? Lantas kenapa Aisyah didandani jadi cantik dulu?
  11. Aisyah kan mau dihajar di rumah bordil, kenapa tau – tau ada di markas?
  12. Rumah bordil macam apa yang menyuguhkan wanita yang belum mau “dipakai”?
  13. Gimana ceritanya di foto Jamilah yang masuk koran bisa ada pas foto-nya dia? Emang dia bawa KTP gitu? Itu mami bego amat kalo ngebiarin anak buahnya bawa KTP/paspor dan masuk koran, terus polisi gak nyelidikin dia datang dari mana gitu? Lagian kan katanya di bawah umur.
  14. Kenapa broker lokal menekankan bahwa dia bakal bawa anak di bawah umur asal harga pas? Apa bedanya? Kenapa gak bilang “yang cantik”, jelas – jelas lebih menarik untuk dijual
  15. Lampu taman. Yes, pas Aa’ Azrax ngegerebek rumah mamang, dia nyabut lampu taman dan dijadiin senjata tapi lampunya masih nyala, itu pakai baterai?
  16. Polisi datang dari mana? Yang tau soal mamang kan cuma Aa’, kenapa polisi jadi tau juga? Aa’ ngelapor? Terus kenapa dia bunuh – bunuhin orang pas udah tau polisi bakal datang?
  17. Pas Aa’ berhasil ngebunuh supirnya mamang, kenapa gak dia langsung balik arah dan ngehajar mamang? Kok bisa mamang sempet nyingkirin mayat supirnya dari kursi pengemudi, duduk di situ, masang seatbelt dan menuju ke arah Aa’?
  18. Kalau terbangnya Aa’ dari belakang ke depan itu dengan menggunakan mobil buat pijakan, lah pas dari depan ke belakang pake apa? Kok di atas kaca mobil udah terbang aja?
  19. Aa’ bunuh orang sebanyak itu gak dipenjara tuh?
  20. SIAPA NAMA PEMERAN AISYAH??? SUMPAH ITU CANTIK BANGET PAS DIPAKEIN BAJU MINI DAN GW GAK NEMU DIMANA – MANA, SIAPA NAMA PEMERANNYA?????
  21. INI FILM GENRENYA APA??? KALAU KOMEDI ACTION FILM INI SUKSES, KALAU DRAMA ACTION BERARTI SUKSES PAKE BANGET.

Sekian dan terima kasih.

6 thoughts on “Azrax, Bruce Wayne Soleh Tanpa Topeng Asli Indonesia

  1. Ya ilah, elu mah emang niatnya mau nyela. Bagus, bagus di depan dikit, trus belakangan lu nanya melulu. Kalo begitu sih, total jendral, filmnya jelek dong.

    Ini film mustinya judulnya Aisyah. Bukan Ajrak.

    Soal paspor, ya elu mah ketinggalan jaman. Sekarang bikin paspor bisa pake KTP mana aja di kantor imigrasi mana aja yang udah on-len. 4 hari, nggak pake nyogok, paspor jadi. Kalo nyogok, datang pagi, sore diambil.

  2. suci patia brajamusti
    baby mamesa brajamusti
    ade hutagaol

    ada gak dari salah satu di atas? (cari di google image utk penampakan).
    ini film isinya satu keluarga brajamusti masuk semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s