Uncategorized

Ending The Prestige: Mesin Replikasi Tesla Cuma Tipuan

Hari ini, seorang temen saya berbagi sebuah video penjelasan yang sudah bertahun – tahun saya tunggu, yaitu penjelasan komprehensif soal ending dari Inception, apakah Cobb betul – betul bangun di dunia nyata atau tersesat lebih jauh di Limbo.

Video tersebut menjelaskan bahwa kuncinya sangat sederhana: cincin kawin di tangan kiri Cobb. Di dunia nyata cincin kawin itu tidak pernah dipakainya, tapi di dunia mimpi, Cobb yang sulit move on dari istrinya selalu mengenakannya. Penjelasan ini sangat brilian untuk menutup perdebatan panjang yang diprovokasi oleh Christopher Nolan melalui adegan terakhir film tersebut yang menampilkan gasing Cobb yang sedang berputar dan tiba – tiba film dipotong dan selesai.

Penjelasan tersebut langsung menyeret ingatan saya ke sebuah film Christopher Nolan beberapa tahun sebelum Ia menjadi superstar melalui seri Batman-nya dan Inception dimana saya selama ini percaya Ia sebetulnya ingin memprovokasi penonton untuk memperdebatkannya, namun provokasi yang dilakukannya tidak seberhasil yang dilakukan di Inception, yaitu The Prestige.

Penjelasan soal Inception ini memberikan saya sebuah ide baru tentang bagaimana melihat film Christopher Nolan:

Watch closely!

Ending The Prestige

Cukup ironis sebetulnya saya justru baru menyadari hal ini setelah melihat pembahasan film Nolan yang lain, mengingat kalimat pertama dari narator di awal film The Prestige sebetulnya adalah petunjuk yang sangat jelas:

Are you watching closely?

Singkat cerita, di akhir film kita disajikan sebuah adegan dimana Borden menyadari Ia berada di sebuah ruangan dimana di sana terdapat beberapa kotak kaca seperti yang digunakan oleh Angier di “malam kematiannya”.

vlcsnap-2013-11-03-00h14m55s1

Ditambah kata – kata disertai shot bernada flashback yang dinarasikan oleh Angier bahwa mesin teleportasi Nikola Tesla ternyata justru bekerja sebagai mesin replikasi, sebagian penonton menganggap bahwa penjelasannya sangat sederhana: mesin tersebut benar – benar berhasil bekerja sebagai mesin replikasi.

Tapi hal ini sangat mengganggu bagi saya dan segelintir penonton lain yang berpikir bahwa di dalam sebuah film yang menjunjung tinggi konsistensi alur dan keilmiahan sebuah trik, kenapa tiba – tiba di ujung film malah ada bagian science fiction? Banyak sekali reviewer yang menulis komentar semacam ini:

“I’m fine with science fiction, but at least could you tell me earlier that this movie is a science fiction?”

Tapi tidak hari ini, petunjuk dari pembahasan Inception tadi telah mengantarkan saya kepada kesimpulan bahwa film ini bukan science fiction sama sekali.😀

Motivasi Angier

Untuk memahami ini, pertama – tama saya ingin menjelaskan dahulu pandangan saya terhadap motivasi dari Angier dan sepelik apa sebetulnya konflik antara Angier dan Borden, dimana secara singkat bisa saya rangkum dalam satu kalimat:

Angier rela pergi ke daerah terpencil di puncak gunung yang penuh salju dengan kakinya yang pincang seorang diri hanya demi mencari Nikolas Tesla karena dialah satu – satunya harapan Angier yang menurutnya bisa membantunya mengalahkan Borden.

Dengan melihat apa yang dilakukan oleh Angier tersebut jelas sudah bahwa baginya mengalahkan Borden jauh lebih penting dari hidupnya sendiri.

Angier bertualang demi mencari Tesla seorang diri

Pertanyaan berikutnya adalah, apa sebetulnya yang ingin Angier kalahkan dari Borden?

  • Popularitas? Bukan, sejak awal film telah digambarkan bahwa Angier adalah performer luar biasa yang jauh lebih populer dibanding Borden yang tidak sehebat Angier dalam beraksi meskipun lebih berbakat.
  • Uang? Bukan juga, sejak awal Angier sudah kaya, Ia tidak perlu bersaing hanya demi uang, terlebih mengingat betapa royalnya Ia kepada Tesla
  • Public humiliation? Bisa jadi salah satunya, mengingat keniatan Angier yang luar biasa untuk mencari Tesla dimulai sejak Borden menyabotase pertunjukannya dengan menggantung pemeran penggantinya sembari mempromosikan bahwa dirinya adalah pesulap yang lebih hebat dan tengah menggelar pertunjukan di sebrang teater yang disewa Angier, tapi masalahnya, sebelum itu pun Angier sudah terobsesi mengalahkan Borden untuk 1 alasan penting:
  • Rahasia. Yup, rahasia. Angier begitu marah luar biasa ketika Borden mampu melakukan sebuah trik yang tidak mampu sama sekali dilakukannya. Bagi Angier ini adalah kekalahan yang menyesakkan, dan cara membalas kekalahan ini hanya 1 cara: Angier harus mampu membongkar rahasia Borden dan membuat sebuah rahasia baru yang gantian tidak bisa dipecahkan Borden

Dengan mendefinisikan motivasi seperti ini saya rasa kita bisa mengerti mengenai tindakan Angier, mengapa hingga saat terakhir Ia tetap berusaha mendapatkan trik dari Borden dan mengapa menurut saya ruangan tersebut adalah serangan terakhir dari Angier ke Borden untuk membuatnya penasaran setengah mati mengenai rahasia dari aksi panggungnya dan mesin Tesla, sesuatu yang menurutnya setimpal dengan trik besar Borden yang menyembunyikan saudara kembarnya.

Cerita Angier

Oke untuk bagian ini, saya akan mulai dengan mundur cukup jauh dari ending film dan memperkenalkan anda dengan Root, aktor teater yang di-casting sebagai double body dari Angier.

Root dan Angier

 

Di luar kebiasaan mabuknya, Root adalah performer hebat, Ia membantu Angier melakukan trik teleportasinya dengan luar biasa. Namun hal ini terendus oleh Borden, ketika Ia berhasil menemukan siapa Root di luar pertunjukannya dengan Angier, dengan lihai Borden memanipulasi Root untuk membuatnya bertikai dengan Angier, dan pertikaian mereka itu dimanfaatkannya untuk mensabotase sebuah pertunjukan Angier.

Root, dalam sebuah pertunjukan yang disabotasi Borden

 

Dan jangan lupa, di dalam sabotase yang sama Borden selain mengikat dan mengerjai Root dengan menggantungnya di atas panggung, Ia juga mengerjai tumpukan karung yang dijadikan Angier sebagai landasan mendaratnya ketika menjatuhkan diri dari pintu rahasia di lantai, dimana hal tersebut berakibat pada lumpuhnya kaki kiri Angier.

Kaki kiri Angier lumpuh akibat dikerjai Borden

 

Setelah kejadian tersebut, Angier memburu Nikola Tesla berdasarkan diary palsu yang diselipkan oleh Borden kepadanya. Dan menurut publikasi Angier ke publik, Tesla berhasil membuat mesin teleportasi, namun kepada Borden Ia mengaku bahwa Tesla sebetulnya menciptakan mesin replikasi.

Trik teleportasi melalui replikasi ini menurutnya sederhana, jika Ia berdiri di bagian pengirim dari mesin ketika dijalankan, maka clone dirinya akan tercipta di bagian penerima dari mesin. Clone ini akan mewarisi seluruh ingatannya dan juga ciri – ciri fisiknya. Angier mengklaim Ia meletakkan bagian penerima dari mesin ini di dekat bagian belakang kursi penonton, dan dengan trap door Ia membuang dirinya yang asli ke akuarium tertutup dan membunuhnya sehingga dirinya yang asli tersebut mati dan menyisakan hanya clone-nya saja.

Cerita Di Balik Cerita Angier

Perhatikan adegan di bawah ini, ini adalah adegan munculnya Angier setelah proses teleportasi, sesuatu yang diklaim Angier adalah clone dari dirinya yang menuju ke balkon belakang penonton dan menunjukkan diri.

vlcsnap-2013-11-03-01h16m13s132

 

Bagian paling hebat dari aksi ini adalah hanya dibutuhkan 1 detik sejak Angier menghilang dari panggung hingga Ia bisa muncul di tempat sejauh itu dari panggung. Satu detik ini penting dan bukan sekedar ungkapan saya, kalau anda menonton filmnya adegan tersebut memang di bawah 2 detik, dan Borden pun terlihat begitu terkejut dengan trik tersebut karena menurutnya 1 detik adalah waktu yang luar biasa cepat untuk trik semacam itu.

note: pesulap kawakan jaman sekarang pun butuh lebih dari 1 detik untuk melakukannya, mereka biasanya menggunakan pengalih perhatian seperti masuk ke dalam kotak atau dibungkus kain di panggung untuk membuat seolah Ia masih berada di panggung padahal tengah berlari ke tempat lain

Namun pertanyaannya adalah, dengan kaki yang pincang sebelah, dalam 1 detik seberapa jauh Ia bisa bergerak? Maka dimanakah bagian penerima dari mesin replikasi Tesla harus diletakkan agar trik bisa berjalan dalam 1 detik? Di sekitar tempat Ia berdiri adalah tangga, dan jarak dari balkon ke tirai terdekat di belakangnya jelas bukan jarak yang bisa ditempuh seorang pincang dalam waktu 1 detik, apalagi Ia harus memanjat balkon setelahnya.

Tentu saja hal ini bisa saja terjadi jika Angier menipu waktu dengan cara membuang waktu bergaya tersetrum di panggung lebih lama dari waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan clone, dengan cara ini clone Angier bisa saja sudah tercipta 4-5 detik sebelumnya dan ketika clone tersebut sudah siap di balkon, baru Angier yang di panggung masuk ke dalam trap door.

Atau ada penjelasan yang lebih sederhana:

Yang berada di balkon bukanlah Angier ataupun clone-nya, melainkan double body (mungkin Root atau mungkin juga Ia menemukan orang lain) yang memiliki sepasang kaki yang sehat.

Angier melakukan trik ini terus menerus dan mengetahui bahwa Borden mengamatinya dari bangku penonton. Dan ketika Ia melihat Borden memasukin teater sambil menyamar, Ia tahu betul bahwa hari itu Borden akan berusaha menyabotase pertunjukannya. Untuk itu dia mengatakan pada double body-nya bahwa malam itu untuk adegan teleportasi Ia ingin bertukar peran. Angier ingin muncul di balkon sementara double body-nya berada di panggung sebelum kemudian terjatuh ke dalam trap door.

Setiap memasuki adegan teleportasi, Angier selalu menunjuk beberapa penonton untuk memeriksa panggung, dan kali ini Ia menunjuk Borden yang berada dalam samaran untuk maju ke panggung, menunjukkan soal adanya trap door dan memancing Borden untuk turun ke bawah dan menyabotase aksinya. Ketika Borden dan beberapa penonton lain naik ke panggung, Angier bertukar peran dengan double body-nya, si double body masuk ke panggung dan Angier menghilang ke balik layar.

Adegan pun dimulai, Borden menerobos ke bawah panggung untuk mengamati apa yang terjadi dan double body Angier masuk ke trap door dengan ekspektasi Ia akan disambut oleh karung atau kasur di bawahnya, namun ternyata tidak, Ia justru disambut dengan sebuah kotak kaca berisi air yang terkunci rapat.

Panik karena merasa dirinya akan mati tenggelam, si double body berusaha melakukan segala cara untuk keluar dari kaca tersebut, termasuk menendangnya kuat – kuat….

vlcsnap-2013-11-02-23h51m57s3

dengan mengangkat kaki kirinya tinggi – tinggi.

Jika anda berada di posisi yang sama, dan gak usah ada airnya deh itu kotak, anda berusaha memecahkannya dengan menendang tapi kaki kiri anda sedang terkilir, bagaimana cara anda melakukannya? Kaki mana yang anda jadikan pijakan di bawah?

Menurut saya hal ini adalah point jelas bahwa Angier tidak sendirian dalam melakukan trik teleportasi, ada “Angier lain” dengan kaki kiri yang sehat yang membantunya. “Angier lain” inilah yang berlari menuju balkon pada malam – malam sebelumnya dan terkunci hingga tewas dalam kotak kaca di malam terakhirnya, dan inilah rahasia dari trik Angier sesungguhnya.

Namun Ia menyarukannya seolah mesin Tesla bekerja dan memberitahukannya kepada Borden, dan dengan ini Ia memegang satu rahasia yang Borden tidak ketahui, Ia berhasil mengalahkan Borden meskipun hal tersebut mengorbankan nyawa salah satu Borden, seorang double body dan nyawanya sendiri, namun pada akhirnya Ia lah yang menang.

Penutup

Apakah teori ini lebih valid dibanding teori bahwa memang benar mesin replikasi Tesla bekerja?

Occam’s Razor saja, menurut saya ini jauh lebih sederhana dan masuk akal dibanding teori tersebut. Kalau benar Angier bisa mereplikasi dirinya, untuk apa dia melakukannya tiap malam dan membunuh satu dirinya? Kenapa tidak cukup lakukan itu sekali saja dan secara sudah ada 2 Angier maka lakukan saja trik saudara kembar seperti yang dilakukan Borden?

Mungkinkah bukti yang dikemukakan dalam teori ini sebetulnya kebetulan saja adegan menendang menggunakan kaki yang salah dan jarak dari balkon ke tirai sebetulnya dekat?

Seperti saya katakan di atas, saya mendasarkan pola pikir pada analisa ini pada analisa cincin kawin di Inception dimana Nolan sengaja menyelipkan 1 hal tidak signifikan di depan mata kita dimana sebetulnya hal itu adalah petunjuk besar, dalam Inception itu adalah cincin kawin Cobb, dalam The Prestige, itu adalah kaki kiri Angier.

 

15 thoughts on “Ending The Prestige: Mesin Replikasi Tesla Cuma Tipuan

  1. Mengenai ending Inception.

    Terima kasih untuk link videonya, saya jadi memperhatikan lagi detil-detil pada gambaran tentang rêve dan réalité. Satu detil yang ternyata bisa menjadi petunjuk ternyata adalah prop film berupa cincin.

    Walaupun begitu, untuk ending Inception sendiri, sebetulnya saya sudah punya dua petunjuk. Pertama, berdasarkan ingatan saya, anaknya nggak pernah kelihatan mukanya sepanjang film. Itu petunjuk utama saya. Kalau anaknya sampai kelihatan mukanya, pasti itu sudah réalité, bukan rêve lagi, sebab DiCaprio tidak pernah bisa membangkitkan (to generate) wajah anaknya dalam kepalanya. Sebagaimana kita ketahui baik limbo maupun rêve hanyalah pulsa listrik di dalam kepala. Untuk bisa menghasilkan gambar wajah anaknya, maka diperlukan penginderaan/sensing dan perekaman langsung dari obyeknya yang ada di réalité.

    Yang kedua, gambar gasing di meja, sesaat sebelum adegan dicut, lantas film habis, menunjukkan bahwa gasingnya sudah mulai tidak stabil, bergoyang, sebuah tanda bahwa gasing akan segera berguling dan kehilangan kesetimbangannya. Berbeda dengan shot gasing-gasing lain di rêve, lagi-lagi berdasarkan ingatan saya, yang berputar sangat stabil tanpa tanda-tanda mau jatuh dan rubuh. Di sini, maksud shot penutup, saya kira, DiCaprio tidak perlu menunggu dan melihat gasingnya jatuh untuk memastikan bahwa dia sudah kembali ke réalité. Dia sudah bisa melihat kembali wajah anaknya (dia sedang melakukan ‘pemotretan’ sebuah obyek yang nyata; karena selama ini dia tidak berhasil ketika berusaha mereproduksi gambar dari klise. Soalnya klisenya emang nggak ada) dan itu sudah cukup meyakinkan dia bahwa ini adalah réalité.

    Dan cincin jadi petunjuk yang ketiga.

    Tapi mungkinkah dia masuk ke limbo di mana dia kini tak lagi mengenakan cincin dan wajah anaknya bisa dibangkitkan? Itu hanya bisa dipastikan dengan melihat gasing jatuh atau tidak. Lantas bagaimana kalau di limbo ini, bahkan aturan fisika pun berubah, karena ini toh tinggal masalah setting pulsa listrik di kepala. Bagaimana kalau di limbo ini, gasing pun tak berputar setimbang abadi. Sampai di sini, entahlah. Réalité-kah, rêve-kah.

    Dan saya kira, di sini adalah pernyataan sutradara, apa pula pentingnya kita tahu film ini berakhir di rêve atau réalité?

    Dibandingkan dengan ‘apa isi tas koper’ yang dijemput John Travolta/Samuel Jackson, pertanyaan tentang akhir Inception sebenarnya malah terasa menunjukkan ‘kegenitan’ sutradaranya.

    Sementara mengenai akhir film Prestige, saya tidak bisa komentar banyak. Soalnya saya belum nonton filmnya.

  2. wah, seru sekali ulasannya. Emang beberapa kali nonton Inception sama The prestige, ga bener2 diperhatiin. Baru ngeh skrg. Oiya, udh pernah bikin ulasan tentang Shutter Island gak? Soalnya baca beberapa review masih blm puas. Hehehe, nonton juga masih bingung. Yg nyata itu kisahnya Edward Teddy Daniels, atau kisahnya Andrew Laddies?

  3. menarik, namun jika anda masih aktif dalam tulisan anda, tolong bahas pertanyaan saya ini

    1. Jika benar alat tidak bekerja dan angier “great danton” hanya Murni “pure” menggunakan double body atau root root lain yang ia temukan di jalan, APA penjelasan dari scene dimana Angier pertama kali mencoba alat tersebut dan menembak hasil dari clone nya???

    2. Jika benar seperti yang ada asumsi kan, bagaimana bisa kita melihat mayat angier di dalam kotak kaca pada saat ending (sebelum credit) JIKA yang mati hanyalah 1 (SATU) tiruannya saja yang jelas2 mayatnya sudah di serahkan kepada pihak kepolisian (yang mungkin juga sudah dikubur, atau setidaknya tidak akan muncul lagi seperti yang kita lihat di ending film ini)

    3. Final Question,

    Anda tahu titik penting kenapa pada saat transported man Angier (saat masih menggunakan root) si Borden bisa langsung tahu kalau Angier menggunakan double tanpa terkejut sedikit pun, BERBEDA dengan reaksi sangat terkejut Borden Tranported Man 2 milik Angier

    JELAS karena Borden dapat sangat menyadari mana yg Dupilkat/Dobel mana yang benar2 pribadi asli orang tersebut.

    JADI, dapatkah anda jelaskan kembali dimanakah point bahwa “Tesla Machine” tidak berfungsi/palsu???

  4. Maaf analisis anda kurang tepat mengenai Prestige..

    Di film itu alat Tesla benar2 bekerja, dan angier melakukan aksinya seorang diri. Ga pake dobel2 segala macem..

    Sebenarnya sederhana sekali..

    Alat itu tak membutuhkan bagian penerima… Karena replikasinya dapat terbuat dimana saja tergantung kalibrasinya..
    Contohnya saat angier kecewa ketika tesla gagal mendemonstrasikan alatnya, lalu angier segera pulang. Di tengah jalan ia menemukan kumpulan topi-topi dan kucing-kucing yang ternyata sama persis dengan topi dan kucing yang jadi kelinci percobaannya tesla. Apakah di lokasi itu ada alat penerima? Jawabannya adalah TIDAK.

    Lalu dia berteriak manggil asisten Tesla. Kemudian Tesla dan asisten tiba di TKP. Tesla akhirnya menyadari bahwa alat ciptaannya bukan utk teleportasi melainkan replikasi. Dan dia mengakui salah kalibrasi sehingga replikasi itu terbuat di tempat yang jauh.

    Jadi intinya angier tak perlu berlari, dan ga ada kembaran yang nongkrong di balkon itu.

    Mengenai pernyataan anda:
    “Kalau benar Angier bisa mereplikasi dirinya, untuk
    apa dia melakukannya tiap malam dan membunuh
    satu dirinya? Kenapa tidak cukup lakukan itu sekali
    saja dan secara sudah ada 2 Angier maka lakukan
    saja trik saudara kembar seperti yang dilakukan
    Borden?”

    Sekali lagi anda salah.. Benar angier bisa melakukan replikasi. Toh ada adegan di film itu ketika ia di suatu ruangan sendirian lalu ia menaruh pistol di dekatnya lalu ia masuk ke alat teleportasi. Kemudian muncul replikasinya. Segera setelah itu angier mengambil pistol dan menembak replikasinya.
    Dari sini jelas sekali bahwa angier beneran membuat replikasi, dan angier tak ingin ada kembaran di dunia ini, oleh karena itu ia sgera menembaknya.
    Ini juga alasan mengapa setiap pertunjukkan ia selalu meletakkan kotak air dibawah panggung. Yaitu agar kembarannya MATI.

    Toh setelah direplikasi, tak ada beda antara yang asli dengan yg palsu karena mereka semua sama persis dari segi fisik, memori, maupun hati. PERSIS.
    Itulah kenapa angier tak mempersoalkan siapa yang mati diantara mereka berdua, yang penting salah satu mati dan satunya lagi hidup.

    Dan ingat, replikasi yang dibuat itu persis dengan aslinya, maka otomatis juga ikut pincang..

    Satu lagi tambahan.. Apakah anda paham tentang “Are you watching closely?”

  5. kalau begitu, jelaskan topi hitam yang banyak di tempat Nikola Tesla? Itu sangat mengganggu pikiran saja dengan teori yang anda jelaskan. Kalau memang mesin itu cuma tipuan, kenapa bisa banyak sekali topi hitam itu? dan sudah jelas juga kalau ada scene yang memperlihatkan Angier menembak clone-nya sendiri ketika latihan. Nah gimana itu?
    balas ke rajataris94@yahoo.com
    Terima kasih

  6. tapi bagaimana dengan topi yang banyak tersbut? dan ditambah diending ada banyak kotak kaca berjejer dengan mayat di dalamnya.. teori anda masuk akal namun mungkin anda bisa menjawab

  7. tapi lemari kaca penuh mayat pas ending jadi menjelaskan apa?

    Occam’s Razor saja, menurut saya ini jauh lebih sederhana dan masuk akal dibanding teori tersebut. Kalau benar Angier bisa mereplikasi dirinya, untuk apa dia melakukannya tiap malam dan membunuh satu dirinya? Kenapa tidak cukup lakukan itu sekali saja dan secara sudah ada 2 Angier maka lakukan saja trik saudara kembar seperti yang dilakukan Borden?

  8. Tonton lagi film nya gan,,,

    Ente pasti lupa ada Scene dimana Angier pertama kali menguji coba mesin Tesla disuatu teater tua, disitu dia membawa senjata api untuk menembak mati clone nya, dan ternyata benar,,, clone dirinya tercipta dan saat itu juga dia tembak mati,,,

    Sejak mesin itu diuji coba menggunakan Topi Angier sebenarnya sudah dapat mengkloning apa saja, baik itu benda mati maupun benda hidup (asik banget buat kloning duit nih, hahaha),,, di scene opening kan ada tuh tumpukan topi yg jumlahnya banyak banget,,, nah itu topi angier yg tercloning berkali-kali yg dikira Tesla dan Angier mesinnya gagal,,, ternyata mesin itu mesin replikasi, bukan mesin transpoter.

    Ini film banyak genrenya gan, termasuk Sci-Fi, dan memang Sci-Fi sejak awal.

    memang nolan suka bikin film yg bikin orang berspekulasi, termasuk cara ente melihat kaki angier,,, itu kaki bukan lumpuh tapi cacat karena patah (jaman saat itu patah kaki gk bisa disembuhin kayak semula lagi), dan ketika dalam posisi menghadapi maut gk peduli itu kaki gimana pun kondisinya,, pasti dipakai buat nendang,,,

    Ini film mengajarkan kita untuk gk ngikutin ambisi terlalu extream,,, Angier getol mau ngalahin Borden bukan karena Borden yg dia tuduh membunuh istrinya (angier sendiri yg bilang begitu),,,,

    Angier ini sok suci sejak awal, tapi akhirnya dia sendiri yg paling kotor tangannya, demi sulap,,,

    Ane menduga, Borden punya “sodara kembar” itu bukan sodara kembar alami, tapi hasil kloning menggunakan mesin ciptaan Tesla, hanya saja Borden gk mau bunuh clone nya dan gk mampu bawa pulang mesinnya,,, jadi yg ente bilang, kenapa gk cukup bikin satu klon lalu gunakan trik double body seperti sebelumnya, daripada menggunakan orang lain yg pemabuk itu,,, nah disini Angier ingin lebih dan lebih daripada Borden, itulah ambisi,,,

    Soal borden yg seakan menyebabkan istri angier mati, ane pikir Borden jujur ketika menjawab “tidak tau” ketika ditanya simpul apa yg dia gunakan,,, manusia bisa khilaf cuy,,, itu kelemahan dari trik sulap itu sendiri,,,

    Dari endingnya udh ketahuan siapa yg bad guy dan nice guy disini,,,

  9. Kalo menurut saya, mesin itu bener2 bisa mereplika dlm film. Soalnya kalo ada 2 org yg punya “kembaran” dgn sifat, ciri2, pikiran yg sama (clone) pasti runyam. Jadi si angier mending langsung bunuh clonenya (atau clonenya yg bunuh clone yg lain). Beda dengan borden yg emang sodara kembar karena punya cinta utk org yg beda. Gitu sih hahaha😀

  10. kalo memang triknya seperti itu, gimana jelasin tentang tubuh angier lainnya yang ditembak waktu pertama kali angier mencoba alatnya
    lalu gimana tentang topi2 angier yang menjadi banyak, dan obrolan angier dan tesla yang mengatakan bahwa itu semua adalah topi angier
    lalu gimana tentang mayat angier yang sudah mati waktu pertunjukan dimana borden dituduh sebagai pembunuh, tetapi setelah itu masih ada angier lainnya di dalam tabung kaca pada akhir film

  11. Jadi menurutmu mesin tesla itu ga bekerja dan angier menang soal rahasia? Ini bukan science fiction?
    Oke. Aku jadi bertanya” soal topi yg tiba” ada bejibun gitu. Trus si kucing kembar. Ini jd ga bisa dipecahkan solusinya kalo mesin tesla ga bekerja

  12. saya baru baca blog kamu dan saya suka kejelian dan kekritisan kamu
    saya melihat film ini 2 kali dan mengira Mesin Tesla bekerja.. poor me..
    terimakasih sudah menulis blog yg bagus
    hidup mindblowing movie!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s