career · life · random

Kenapa Membaca Artikel Soal Dilema Passion Tidak Ada Gunanya Buat Kamu. (Kecuali Artikel ini)

Artikel Dilema Passion

Tahu kan yang saya maksud dengan “Artikel Dilema Passion“? Itu tuh, artikel dari berbagai sumber yang membahas kamu tuh harusnya mengejar passion kamu atau mengejar karir kamu. Artikel yang model begini ada ratusan di internet, masing – masing punya pendekatan dan kesimpulan sendiri mana yang harus dikejar, dan menurut saya semua artikel itu gak akan relevan dengan kamu.

Kenapa gak relevan?

Simpel, apapun jawaban dari artikel yang kamu baca, ketika topiknya adalah passion atau karir, utopia-nya kan pasti sama yaitu kata – katanya Confusius ini:

Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life

Dan ketika kamu membaca artikel soal dilema passion dan berpikir serelevan apa artikel tersebut sama hidup kamu, udah pasti kamu gak suka sama kerjaan kamu sekarang, makanya kamu merasa harus memilih antara passion atau karir, dan biasanya itu terjadi ketika semua sudah terlambat.

Romantisme Cinta Yang Tidak Pernah Terjadi

Coba saya tebak, usia kamu antara mid 20s atau early 30s, kamu punya sebuah profesi yang cukup baik, memberikanmu cukup uang untuk membayar tagihanmu dan bersenang – senang, tapi kamu sebetulnya punya hal lain yang ada di pikiran kamu? Sesuatu yang menurut kamu sangat menyenangkan dan membuat kamu selalu berangan – angan andai saja kamu memilih jalan yang satu itu.

Menurut saya, ini tuh mirip sekali dengan kisah cinta yang belum pernah kesampaian.

Iya, cinta yang belum kesampaian.

Tahu kah kamu bahwa cinta paling romantis adalah cinta yang tidak pernah kejadian.

Paling sering kejadiannya adalah kamu punya seorang kenalan yang membuatmu tertarik, dan mungkin juga dia tertarik pada kamu, tapi karena satu dan lain hal kalian tidak pernah bersama, sehingga sampai kapanpun, dia hanya ada di pikiran kamu sebagai cinta yang tak kesampaian, tanpa ada kesan buruk sebagai si bawel, si cemburuan, si resek, si kurang perhatian atau label – label lain yang biasa kamu sematkan ke pasangan kamu, secinta apapun kamu sama dia.

Nah, kalau kamu sampai terpikir dilema antara karir atau passion, biasanya karena kamu memperlakukan passion kamu seperti kekasih yang gak pernah kejadian itu. Dari dulu gak pernah kamu seriusi, jadi yang ada di pikiran kamu hanya sisi indahnya saja karena kamu gak tahu sama sekali apa susahnya menjalankan hal tersebut sehari – hari di hidup kamu.

Passion kamu menulis? Udah tahu gak enaknya nyari penerbit belum? Passion kamu kuliner? Udah tahu repotnya ngurusin pegawai belum? Passion kamu ngoding? Udah tahu gak enaknya bikin dokumentasi belum? 

Terus harusnya gimana?

Ya, saran yang sama dengan yang saya berikan kepada seorang kawan yang baru saja mengeluhkan mengenai pasangan resminya dengan membanding – bandingkannya dengan sosok imajiner seorang temannya yang Ia sayangi sejak lama namun karena satu dan lain hal mereka belum pernah bersama:

Kenyataan dan khayalan itu 2 hal berbeda cong! Gak bisa dibandingin!

Artinya apa?

Kamu gak bisa membandingkan karir kamu saat ini (realita) dengan passion kamu yang masih di angan – angan (utopia imajiner), karena itu gak apple-to-apple. Tapi….

Kamu bisa membandingkan rencana hidup kamu kalau tetap bertahan di karir kamu dengan rencana hidup kamu kalau mengikuti passion kamu. Karena itu, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menderivasikan passion kamu dari sekedar angan – angan menjadi rencana.

Membuat rencana berarti kamu harus mempelajari dan menganalisa pilihan kamu. Mencari tahu potensi hambatan dan juga langkah apa yang harus kamu ambil, dan lakukanlah pada kedua hal tersebut, sehingga kamu mempunyai 2 rencana yang bisa dibandingkan.

Selanjutnya ya bandingkanlah 2 hal tersebut, mana yang lebih feasible untuk dijalankan? Mana yang lebih bisa membuat kamu bahagia? Mana yang lebih bisa menjamin kelangsungan hidup kamu?

 

tl;dr:

Kalau kamu masih bingung pilih mana antara passion sama karir, itu gara – gara kamu gak pernah serius memikirkan passion kamu. Jadi daripada kamu mengikuti artikel entah dari mana soal passion atau karir, jauh lebih baik pertimbangkanlah sendiri.

Pikirkanlah passion kamu dengan serius, jadikan passion itu dari angan – angan menjadi rencana, lalu baru bandingkan dengan karir kamu sekarang.

 

Penutup
Terakhir, saya ingin menutup artikel saya kali ini dengan melakukan 2 hal yang suka tidak suka harus saya lakukan sebagai seorang engineer:

  • Semua gambar di artikel ini bukan milik saya melainkan dicomot dari berbagai sumber melalui Google Images
  • Untuk akurasi penyampaian, judul yang saya tulis harusnya memuat frasa (most likely atau kemungkinan besar)

Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s